BREAKING NEWS
Selasa, 21 April 2026

Rupiah Menguat Jelang RDG BI, Sentimen Global Mulai Mereda

Adelia Syafitri - Selasa, 21 April 2026 09:39 WIB
Rupiah Menguat Jelang RDG BI, Sentimen Global Mulai Mereda
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menguat pada perdagangan pagi ini, Selasa (21/4/2026), menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).

Mata uang Garuda melanjutkan tren penguatan untuk hari kedua berturut-turut.

Rupiah spot dibuka menguat 0,23 persen ke level Rp17.130 per dolar AS.

Baca Juga:

Penguatan ini terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, setelah Iran disebut kembali membuka jalur negosiasi dengan Amerika Serikat.

Di sisi lain, indeks dolar AS melemah tipis 0,02 persen ke posisi 98,07. Tekanan juga datang dari pasar energi, di mana harga minyak mentah ikut turun.

Minyak WTI terkoreksi 1,92 persen ke US$87,89 per barel, sementara Brent turun 1,05 persen ke US$94,48 per barel, meski masih jauh di atas asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia cenderung beragam.

Selain rupiah, sejumlah mata uang mencatat penguatan terbatas seperti dolar Taiwan, ringgit Malaysia, baht Thailand, won Korea Selatan, yuan China, serta peso Filipina.

Sementara yen Jepang, dolar Singapura, dan dolar Hong Kong melemah tipis.

Penguatan rupiah juga terjadi di tengah tekanan dari pasar domestik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,45 persen ke level 7.560 dan sempat terkoreksi lebih dalam ke 7.544.

Sentimen negatif antara lain dipicu keputusan MSCI yang kembali menunda rebalancing indeks saham Indonesia.

Di pasar obligasi, imbal hasil tenor pendek hingga menengah tercatat naik tipis, menandakan aksi jual yang masih terbatas. Sementara tenor acuan 10 tahun justru turun tipis ke 6,59 persen.

Di sisi lain, Bank Indonesia disebut masih aktif menjaga stabilitas rupiah melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Dalam lelang terakhir, permintaan mencapai Rp50 triliun dengan penyerapan Rp19 triliun, didominasi tenor 12 bulan.

Arus masuk investor asing ke SRBI juga masih berlanjut sejak awal 2026, meski sempat mengalami penurunan pada Maret.

Tren kenaikan kepemilikan asing sejak akhir 2025 menunjukkan minat terhadap instrumen rupiah masih relatif terjaga.

Menjelang keputusan RDG BI, pasar diperkirakan masih akan bergerak hati-hati dengan fokus pada arah suku bunga acuan dan stabilitas nilai tukar di tengah dinamika global.*


(bb/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Terkoreksi ke 7.560, Investor Waspadai Ketegangan Timur Tengah
Emas Antam Tiba-Tiba Melonjak, Padahal Harga Dunia Melemah! Ini Penyebabnya
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.168 per Dolar AS di Tengah Ketegangan Geopolitik Selat Hormuz dan Lonjakan Harga Minyak Dunia
IHSG Dibuka Menguat ke 7.663, Saham BBCA hingga TLKM Kompak Hijau
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,84 Juta per Gram, Tertekan Sentimen Global
Rupiah Kembali Terpuruk! Tembus Rp17.170 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru