BREAKING NEWS
Selasa, 16 Juni 2026

Luhut Lapor ke Prabowo, Ekonomi RI Diproyeksi Stabil 3 Bulan Meski Tekanan Global

Nurul - Rabu, 22 April 2026 15:16 WIB
Luhut Lapor ke Prabowo, Ekonomi RI Diproyeksi Stabil 3 Bulan Meski Tekanan Global
Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 21 April 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan hasil simulasi ekonomi kepada Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan proyeksi tersebut, kondisi perekonomian Indonesia diperkirakan tetap stabil dalam tiga bulan ke depan.

Luhut menyebut, hasil simulasi komprehensif menunjukkan fundamental ekonomi nasional masih kuat meski di tengah tekanan geopolitik global.

"Berdasarkan simulasi komprehensif yang kami lakukan, kondisi perekonomian kita dalam tiga bulan ke depan masih sangat aman dan terjaga. Fundamental ekonomi kita kuat," ujar Luhut, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga:

Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario kebijakan antisipatif untuk merespons kemungkinan memburuknya situasi global, termasuk dampak konflik geopolitik yang berkepanjangan.

Salah satu fokus utama adalah mengantisipasi potensi lonjakan harga energi, terutama terkait selisih antara harga minyak mentah dunia dan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri.

Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada kelancaran rantai pasok komoditas strategis seperti sulfur, yang menjadi bahan penting dalam hilirisasi industri nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) nasional.

Dari sisi fiskal, Luhut memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada dalam kondisi sehat. Pemerintah berkomitmen menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Masyarakat dan dunia usaha tidak perlu khawatir, APBN masih sangat terkendali. Defisit akan dijaga di bawah 3 persen melalui efisiensi belanja dan optimalisasi penerimaan dari komoditas ekspor," jelasnya.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga akan mempercepat deregulasi sebagai bentuk stimulus non-fiskal. Langkah ini diharapkan dapat menyederhanakan perizinan dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Di sisi lain, pemerintah melihat dinamika geopolitik global sebagai peluang strategis. Upaya percepatan transformasi digital pemerintahan (GovTech) serta pembangunan Indonesia Financial Center terus didorong guna menarik arus modal global.

Luhut optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, kondisi ini justru dapat menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke level yang lebih tinggi.*

(mt/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kejar Target Rp13.000 Triliun Investasi, Prabowo Minta Pertek Impor Dihapus Jika Menghambat
Pengamat dan Fenomena Post Truth
Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan PLTS, Fokus Kurangi Ketergantungan Pembangkit Diesel Nasional
Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik, Inflasi dan Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga
Biaya Haji 2026 Bengkak Rp 1,77 Triliun Akibat Lonjakan Avtur, Pemerintah Cari Skema Tambalan di Luar APBN
Prabowo Bertemu Luhut di Istana, Bahas Strategi Hadapi Gejolak Ekonomi Global dan Arus Investasi Asing
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru