BREAKING NEWS
Minggu, 26 April 2026

JP Morgan Sebut Indonesia Negara Paling Tahan Guncangan Energi Dunia Berkat Batu Bara

Adam - Sabtu, 25 April 2026 18:55 WIB
JP Morgan Sebut Indonesia Negara Paling Tahan Guncangan Energi Dunia Berkat Batu Bara
Sejumlah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur. (Foto: beritasatu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Lembaga keuangan global J.P. Morgan Asset Management menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara paling tahan terhadap guncangan energi global, dengan posisi kedua dunia dalam indeks ketahanan energi.

Penilaian tersebut tertuang dalam laporan Eye on the Market bertajuk "Pandora's Bog: The Global Energy Shock of 2026" yang menganalisis ketahanan energi di 52 negara yang mencakup sekitar 82 persen konsumsi energi dunia.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut capaian tersebut sebagai hasil dari kebijakan jangka panjang pemerintah dalam menjaga keseimbangan energi nasional.

Baca Juga:

"Hasil ini merupakan validasi atas pilihan kebijakan jangka panjang pemerintah dalam menjaga keseimbangan pemanfaatan energi domestik dan transisi energi," ujar Airlangga dalam keterangan resmi, Sabtu (25/4/2026).

Dalam laporan tersebut, Indonesia mencatat insulation factor sebesar 77 persen, berada di bawah Afrika Selatan (79 persen) dan di atas Tiongkok (76 persen) serta Amerika Serikat (70 persen).

Ketahanan energi Indonesia disebut ditopang kuat oleh produksi batu bara domestik yang menyumbang sekitar 48 persen konsumsi energi akhir nasional, disusul gas bumi 22 persen, dan energi terbarukan sekitar 7 persen.

J.P. Morgan juga menyoroti rendahnya ketergantungan Indonesia terhadap jalur distribusi energi global, terutama impor minyak dan gas melalui Selat Hormuz yang hanya sekitar 1 persen dari konsumsi energi nasional.

Kondisi ini membuat Indonesia dinilai lebih tahan terhadap gejolak geopolitik global dibandingkan sejumlah negara maju yang sangat bergantung pada impor energi.

Meski demikian, pemerintah menegaskan tidak akan lengah. Sejumlah strategi tetap dijalankan, mulai dari optimalisasi produksi migas domestik, percepatan energi baru terbarukan (EBT), hingga pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai.

Pemerintah juga akan terus memperkuat diversifikasi energi dan jalur logistik untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Program MBG Dinilai Jadi Kunci Atasi Dampak Stunting yang Disebut Silent Emergency di Indonesia
MA Minta Pemda Gencarkan Sosialisasi KUHP-KUHAP Baru ke Masyarakat di Masa Transisi
Pemerintah Dorong Energi Panas Bumi Lewat Skema Pembiayaan, Tanpa Insentif Fiskal
Milad ke-70 SEMMI Asahan: Workshop Nasional Tekankan Peran Mahasiswa Wujudkan Daerah Religius dan Berkelanjutan
Jembatan Putus Sejak 2024, Pemko Medan Pastikan Dibangun Tahun Ini di Polonia
OJK Pastikan Tak Ada Bank Rush Imbas Perang Timur Tengah, Perbankan RI Tetap Stabil
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru