BREAKING NEWS
Kamis, 30 April 2026

Jembatan Putus Sejak 2024, Pemko Medan Pastikan Dibangun Tahun Ini di Polonia

Nurul - Sabtu, 25 April 2026 16:15 WIB
Jembatan Putus Sejak 2024, Pemko Medan Pastikan Dibangun Tahun Ini di Polonia
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau jembatan perlintasan kereta api yang roboh akibat banjir besar yang terjadi beberapa waktu yang lalu, di Jalan Adi Sucipto, Gang Damai, Kec. Medan Polonia, Jumat (17/4). (Foto: portal.medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan pembangunan jembatan penghubung antarwilayah di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia, akan direalisasikan pada tahun 2026.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Ferri Ichsan, mengatakan proses administrasi pembangunan saat ini tengah berjalan, termasuk koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemilik lahan.

"Itu lahan dan aset milik PT KAI. Untuk permohonan resminya sudah ditandatangani Pak Wali dan ditujukan ke PT KAI. Informasi yang kita terima sudah disetujui, meski balasan resminya belum kami terima," ujar Ferri, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, jika seluruh proses administrasi rampung, pembangunan jembatan akan segera dimulai pada tahun ini.

Menariknya, proyek pembangunan jembatan tersebut akan dilaksanakan oleh Kodim 0201 Medan, termasuk pembiayaannya. Sementara Pemko Medan hanya akan bertanggung jawab pada tahap perawatan dan pemeliharaan setelah proyek selesai.

"Anggarannya dari Kodim 0201 Medan. Tugas kita hanya perawatan dan pemeliharaan setelah pembangunan selesai," jelasnya.

Terkait mekanisme penggunaan lahan milik PT KAI, Ferri mengaku masih menunggu keputusan resmi, termasuk kemungkinan biaya sewa yang dikenakan.

"Apakah Rp0 atau tidak, itu masih kita tunggu dari PT KAI. Yang jelas, izin pembangunan sudah ada," tambahnya.

Diketahui, jembatan tersebut sebelumnya merupakan akses penting yang menghubungkan antarwilayah di Medan Polonia. Namun, jembatan peninggalan era kolonial itu roboh akibat banjir pada 2024 lalu.

Sejak saat itu, akses warga terganggu. Bahkan, sebagian warga nekat melintasi pipa PDAM yang berada di lokasi sebagai jalur alternatif, termasuk para pelajar yang sempat viral di media sosial karena berisiko tinggi.

Dengan rencana pembangunan ini, diharapkan akses transportasi warga kembali normal dan lebih aman.*

(mi/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Curi Motor dan Rusak Rumah Warga, Maling di Belawan Ditembak Polisi Saat Melawan
Rico Waas Genjot “Medan Satu Data”, Percepat Layanan Publik dan Pastikan Bansos Tepat Sasaran
Kasus Pengangkatan Rahim di RS Muhammadiyah Medan, Dinkes Sumut Ungkap Dugaan Ini
Dorong Smart City, Medan Raih Penghargaan Nasional sebagai Kota Terbaik Transformasi Layanan Publik Digital 2026
Pria di Medan Hancurkan 12 Nisan TPU Tanjung Mulia Hilir untuk Curi Besi, Hanya Dapat Rp15 Ribu
Dua Pelajar SMA di Langkat Hanyut Terseret Arus Sungai Bandar Meriah, Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian Intensif
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru