BREAKING NEWS
Sabtu, 27 Juni 2026

Prabowo dan Tantangan Ketahanan Energi: Dari LPG Impor ke Teknologi Alternatif

- Senin, 27 April 2026 13:48 WIB
Prabowo dan Tantangan Ketahanan Energi: Dari LPG Impor ke Teknologi Alternatif
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta pengembangan teknologi alternatif untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang selama ini masih bergantung pada impor.

Permintaan tersebut disampaikan Prabowo saat memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (27/4/2026).

"Baru saja membahas terkait beberapa teknologi alternatif untuk mengurangi LPG," ujar pejabat terkait usai pertemuan di Istana.

Baca Juga:

Dalam pembahasan tersebut, Prabowo menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang berdampak pada beban ekonomi negara, terlebih di tengah kenaikan harga energi global dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menekankan perlunya pencarian sumber energi alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan, termasuk melalui riset di perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

"Ketergantungan impor LPG kita masih sangat tinggi, sementara harga juga terus mengalami kenaikan. Karena itu kampus diminta untuk mencari sumber energi lain yang potensial," ujarnya.

Pemerintah berencana mengerahkan perguruan tinggi untuk memperkuat penelitian terkait pengembangan teknologi energi alternatif yang dapat menggantikan LPG secara bertahap. Hasil riset tersebut nantinya akan mendukung kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sementara itu, kenaikan harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram juga terjadi dalam beberapa waktu terakhir, dari Rp 192.000 menjadi Rp 228.000 per tabung sejak 18 April 2026.

Kementerian ESDM menyebut kenaikan harga dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global, terutama konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada pasokan energi dunia.

Salah satu faktor utama adalah terganggunya jalur distribusi energi global di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting pengiriman minyak dunia.*

(k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobibos Akan Diuji Pemerintah, Ditentukan Masuk Kategori BBN atau BBM
Cadangan Nikel RI Terancam Habis dalam 11 Tahun, Pemerintah Wanti-wanti Produksi Tambang
Ketahanan Energi RI Tangguh Hadapi Gejolak Global, DPR Soroti Ketergantungan Impor BBM
HARGA SEMAKIN "LIAR"! Sembako Subsidi di Batu Bara Dijual Sesuka Hati, Warga: Hukum Tumpul?
Puan Maharani Soroti Lonjakan Harga Energi dan Sembako, Nilai Bebani Daya Beli Masyarakat Kecil
Diduga Dibiarkan, Harga Sembako di Batu Bara Makin "Mencekik" Warga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru