BREAKING NEWS
Rabu, 05 Agustus 2026

Defisit APBN 2026 Capai Rp240,1 Triliun per Maret, Masih di Bawah Target Meski Belanja Melonjak

Adelia Syafitri - Selasa, 05 Mei 2026 15:31 WIB
Defisit APBN 2026 Capai Rp240,1 Triliun per Maret, Masih di Bawah Target Meski Belanja Melonjak
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. kemenkeu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTAKementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mencapai Rp240,1 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka tersebut setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan masih berada di bawah target defisit dalam APBN sebesar 2,68 persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kinerja APBN hingga kuartal I 2026 menunjukkan tren ekspansif, terutama dari sisi pendapatan negara.

"Hingga Maret, pendapatan negara tumbuh sekitar 10 persen. Penerimaan perpajakan bahkan tumbuh lebih tinggi, dengan pajak meningkat hingga 20 persen," ujar Purbaya dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga:

Kemenkeu mencatat, pendapatan negara hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen. Penerimaan tersebut ditopang oleh pajak sebesar Rp394,8 triliun serta bea dan cukai Rp67,9 triliun.

Di sisi lain, belanja negara juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga akhir Maret 2026, belanja negara tercatat mencapai Rp815 triliun atau tumbuh 31,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Belanja negara tumbuh 31 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 1,4 persen. Ini bagian dari upaya pemerataan belanja sepanjang tahun," jelasnya.

Belanja tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp610,3 triliun yang tumbuh 47,7 persen, serta transfer ke daerah sebesar Rp204,8 triliun yang mengalami penurunan 1,1 persen.

Sementara itu, pembiayaan anggaran hingga periode yang sama tercatat mencapai Rp257,4 triliun.

Purbaya menegaskan pemerintah akan terus menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja negara agar defisit tetap terkendali sesuai target yang telah ditetapkan.

"Belanja akan terus kita jaga, dan pendapatan akan terus kita dorong peningkatannya," tegasnya.*

(mt/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
MK Desak Pemerintah Buka Data Pengelolaan Dana Kampus, Soroti Rendahnya Gaji Dosen Non-PNS dan Lonjakan UKT
Data Anggaran PTSL Dipertanyakan, SAMT Sulut Gugat 15 Kantor Pertanahan ke Komisi Informasi
Purbaya Ungkap APBN Bakal Tanggung Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Selama Dua Tahun Awal
Prabowo Teken Perpres RAN PE 2026–2029, Perkuat Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan
Bahlil Usul Pajak Kendaraan BBM Lebih Mahal dari Mobil Listrik, Ini Alasannya
Prabowo Naikkan Anggaran Perlinsos 2026 Jadi Rp 508,2 Triliun untuk Buruh dan Rakyat Kecil
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru