BREAKING NEWS
Rabu, 13 Mei 2026

Menkeu Purbaya Siapkan Penerbitan Panda Bond Bulan Depan untuk Perkuat Pembiayaan Negara

- Rabu, 06 Mei 2026 17:59 WIB
Menkeu Purbaya Siapkan Penerbitan Panda Bond Bulan Depan untuk Perkuat Pembiayaan Negara
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan langkah strategis dengan menerbitkan surat utang global dalam mata uang Renminbi (RMB) atau Panda Bond pada bulan depan. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat sumber pembiayaan negara sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar global.

Purbaya menjelaskan, penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada dolar Amerika Serikat.

"Tujuan penerbitan Panda Bond adalah agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pendanaan dalam bentuk dolar AS," ujarnya dalam Bincang Bareng Media di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga:

Ia menyebut, instrumen ini juga menawarkan keuntungan berupa imbal hasil atau yield yang relatif lebih rendah dibandingkan surat utang dalam dolar AS, yakni berada di kisaran 2,3 hingga 2,5 persen.

Pemerintah, kata dia, telah menjalin komunikasi dengan sejumlah lembaga keuangan di China, termasuk Industrial and Commercial Bank of China, untuk mematangkan penerbitan instrumen tersebut.

Menurut Purbaya, investor di pasar China memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap fundamental ekonomi Indonesia, bahkan tidak hanya bergantung pada peringkat kredit.

"Kami sudah berdiskusi dengan ICBC dan mereka siap. Dengan yield sekitar 2,3 persen saja, permintaan sudah sangat besar," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan penerbitan Panda Bond dapat dilakukan bulan depan. Untuk itu, tim Kementerian Keuangan juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke China guna finalisasi teknis dan penjajakan investor.

Panda Bond ini akan melengkapi instrumen pembiayaan global Indonesia yang sebelumnya telah hadir melalui Dimsum Bond di pasar Hong Kong.

Dengan diversifikasi tersebut, pemerintah berharap struktur pembiayaan negara menjadi lebih kuat dan mampu menghadapi gejolak ekonomi global secara lebih stabil.*

(in/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Ditutup Menguat ke Level 7.092, Ikuti Bursa Asia di Tengah Turunnya Harga Minyak Dunia
Doa Purbaya Jelang Haji: Ekonomi RI Melesat, 3 Tahun Lagi Kaya Bersama
RI Sudah Deal Minyak Rusia, Kini Jajaki Pasokan LPG untuk Ketahanan Energi
Tegas! Lapas Labuhan Ruku Hapus Spray Merica, Perkuat Pengamanan dan Cegah Penyalahgunaan
Mendikdasmen Sebut Realisasi Revitalisasi Sekolah Capai Rp2,6 Triliun, Digitalisasi Pendidikan Terus Dikebut
Harga Pangan Naik Serentak: Beras, Gula, dan Cabai Kompak Meroket!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru