BREAKING NEWS
Minggu, 02 Agustus 2026

Prabowo Dorong Ketahanan Energi ASEAN, Targetkan PLTS 100 GW Rampung pada 2028

- Jumat, 08 Mei 2026 09:57 WIB
Prabowo Dorong Ketahanan Energi ASEAN, Targetkan PLTS 100 GW Rampung pada 2028
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Khusus BIMP-EAGA dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Jumat, 8 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA— Presiden Prabowo Subianto menyoroti isu ketahanan energi sebagai tantangan mendesak di kawasan Asia Tenggara saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Jumat, 8 Mei 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa ketidakstabilan geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah, telah menjadikan isu energi bukan lagi persoalan jangka panjang, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera direspons negara-negara kawasan.

"Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak," kata Prabowo dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden.

Baca Juga:

Prabowo mendorong penguatan konektivitas energi antarnegara melalui pengembangan proyek Trans Borneo Power Grid, jaringan transmisi listrik lintas negara yang dinilai strategis untuk memperkuat pasokan energi regional.

Menurut dia, proyek tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan, keahlian teknis, serta kemitraan erat dengan berbagai pihak di kawasan.

Selain itu, Prabowo juga memaparkan ambisi Indonesia membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 100 gigawatt yang ditargetkan rampung pada 2028.

Ia menyebut proyek besar tersebut menjadi bagian dari percepatan transisi energi nasional menuju energi bersih.

"Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah bangun tenaga surya 100 GW," ujarnya.

Prabowo juga menilai kawasan BIMP-EAGA memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga air di Kalimantan, energi surya di Palawan, hingga energi angin di kawasan pesisir.

Ia mempertanyakan kesiapan negara-negara anggota untuk memanfaatkan potensi tersebut demi memperkuat kebutuhan energi kawasan sekaligus mendukung transisi energi ASEAN.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan konferensi tersebut turut mengesahkan dokumen BIMP-EAGA Vision 2035.

Menurut Bahlil, salah satu fokus utama kerja sama empat negara adalah penguatan infrastruktur energi melalui proyek interkoneksi listrik, elektrifikasi pedesaan, pengembangan energi terbarukan, serta efisiensi energi.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Ambruk Lagi! Tembus Rp17.363 per Dolar AS
Sempat Hijau, IHSG Tiba-Tiba Masuk Zona Merah di Awal Perdagangan
Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,839 Juta per Gram, Investor Mulai Ambil Untung
Prabowo Soroti Ketahanan Energi di KTT ASEAN, Sebut Dampak Ketidakstabilan Timur Tengah Semakin Mendesak
Purbaya Optimistis Ekonomi RI Tembus Mendekati 6 Persen di 2026, APBN Jadi Penopang Hadapi Gejolak Global
Prabowo Naik Maung MV3 di Filipina, Kendaraan Buatan RI Jadi Sorotan KTT ASEAN
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru