BREAKING NEWS
Selasa, 04 Agustus 2026

Prabowo Soroti Ketahanan Energi di KTT ASEAN, Sebut Dampak Ketidakstabilan Timur Tengah Semakin Mendesak

Nurul - Kamis, 07 Mei 2026 20:28 WIB
Prabowo Soroti Ketahanan Energi di KTT ASEAN, Sebut Dampak Ketidakstabilan Timur Tengah Semakin Mendesak
Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti isu ketahanan energi sebagai tantangan mendesak yang harus dihadapi bersama negara-negara ASEAN di tengah ketidakstabilan kawasan Timur Tengah. (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

CEBU Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti isu ketahanan energi sebagai tantangan mendesak yang harus dihadapi bersama negara-negara ASEAN di tengah ketidakstabilan kawasan Timur Tengah.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN dan BIMP-EAGA di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026).

"Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak," ujar Prabowo.

Baca Juga:

Ia menegaskan kawasan BIMP-EAGA memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan seperti tenaga air, surya, angin, hingga pemanfaatan lahan produktif yang belum optimal.

Prabowo kemudian mempertanyakan kesiapan negara anggota ASEAN untuk memanfaatkan potensi tersebut guna mendukung transisi energi kawasan.

"Apakah kita siap bertindak berdasarkan potensi tersebut, bukan hanya untuk kebutuhan subregional, tetapi juga untuk transisi energi ASEAN?" katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mendorong percepatan proyek energi bersih, termasuk pengembangan tenaga air di Borneo, energi surya di Palawan, dan energi angin di wilayah pesisir.

Selain itu, ia menekankan pentingnya konektivitas energi antarwilayah melalui penguatan jaringan listrik Trans-Borneo Power Grid agar distribusi energi lebih efisien.

Prabowo menyebut seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan, teknologi, dan kemitraan internasional yang kuat.

"Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan dan memperdalam kemitraan," tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa selain energi, ketahanan pangan tetap menjadi isu fundamental bagi masa depan kawasan ASEAN.*

(k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
40 Ormas Islam Rencanakan Datangi Bareskrim, Desak Laporan terhadap Ade Armando Cs Segera Ditindaklanjuti
Prabowo Naik Maung MV3 di Filipina, Kendaraan Buatan RI Jadi Sorotan KTT ASEAN
Sugiono Ajak ASEAN Kompak Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah di Tengah Situasi Global Memanas
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT ke-48 ASEAN, Bahas Ketahanan Energi dan Geopolitik
Bahlil Tegaskan Belum Ada Kerja Sama Nikel G2G RI-Filipina, Buka Peluang Jalur B2B
Libur May Day, Volume Kendaraan di Tol Belmera dan MKTT Tembus 100 Ribu Lebih
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru