SBY Dipastikan Absen di Upacara HUT RI, Ini Alasannya Kata Mensesneg
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap sejumlah Presiden dan Wakil Presiden terdahulu telah mengonfirmas
NASIONAL
JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Rupiah turun 49 poin ke level Rp17.382 per dolar AS di tengah sentimen global dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi utang pemerintah.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi situasi geopolitik global, khususnya konflik antara AS dan Iran yang kembali memanas.
Menurut Ibrahim, pasar sempat berharap adanya kesepakatan damai yang membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dan gas dunia. Namun harapan itu kembali terganggu setelah bentrokan antara kedua negara pecah lagi.Baca Juga:
"Pertempuran kembali pecah antara AS dan Iran, mengancam gencatan senjata yang rapuh dan menghancurkan harapan untuk kemajuan dalam pembukaan kembali Selat Hormuz," kata Ibrahim dalam risetnya.
Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed. Sejumlah pejabat Federal Reserve disebut masih memberi sinyal berbeda terkait arah kebijakan moneter di tengah tingginya inflasi Amerika Serikat.
Di sisi lain, pelaku pasar kini menunggu data ketenagakerjaan AS yang diprediksi akan memengaruhi keputusan The Fed terkait suku bunga acuan.
Sementara dari dalam negeri, sentimen datang dari posisi utang pemerintah yang terus meningkat. Hingga 31 Maret 2026, total utang pemerintah tercatat mencapai Rp9.920,42 triliun atau setara 40,75 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka tersebut naik hampir tiga persen dibanding posisi Desember 2025 yang berada di level Rp9.637,9 triliun.
Pemerintah menyatakan pengelolaan utang dilakukan secara hati-hati dan terukur guna menjaga stabilitas fiskal serta mendukung pembiayaan APBN.
Meski rasio utang Indonesia masih berada di bawah batas aman internasional sebesar 60 persen terhadap PDB, sejumlah lembaga internasional mulai menyoroti rasio pembayaran bunga utang terhadap penerimaan negara.
Sampai kuartal I 2026, defisit APBN tercatat mencapai Rp240,1 triliun atau sekitar 0,93 persen terhadap PDB. Sementara realisasi pembiayaan utang mencapai Rp258,7 triliun.
Ibrahim memprediksi rupiah masih berpotensi bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dengan rentang Rp17.380 hingga Rp17.430 per dolar AS.*
(oz/dh)
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap sejumlah Presiden dan Wakil Presiden terdahulu telah mengonfirmas
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah pusat bergerak cepat menangani kondisi darurat pascagempa magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT
NASIONAL
NUSA TENGGARA TIMUR Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan sejumlah alat berat untuk menangani longsoran yang menutup badan jalan n
NASIONAL
JAKARTA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berdialog dengan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 setelah penguku
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia memiliki pengalaman
EKONOMI
BANDA ACEH Personel Polda Aceh yang dipimpin Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo turun langsung membersihkan sampah setelah keg
NASIONAL
NUSA TENGGARA TIMUR Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 235235 aktivitas gempa susulan setelah gempa bumi berk
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto akan mengirimkan 50 ribu paket sembako untuk membantu warga terdampak gempa bumi magnitudo (M) 7 di Nu
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) melimpahkan tersangka Handry Sulfian (HS), mantan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pimpinan DPR RI menyampaikan duka cita atas gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Wakil Ketua DPR RI S
NASIONAL