BREAKING NEWS
Rabu, 05 Agustus 2026

Pasar Panik? Rupiah Tembus Rp17.742! Dolar AS Makin Perkasa

Johan - Rabu, 20 Mei 2026 09:34 WIB
Pasar Panik? Rupiah Tembus Rp17.742! Dolar AS Makin Perkasa
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026.

Pelemahan terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS serta meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Berdasarkan data TradingView, rupiah dibuka di level Rp17.742 per dolar AS, melemah 36 poin atau 0,20 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Baca Juga:

Sementara itu, indeks dolar AS tercatat menguat 0,05 persen ke level 99,37.

Di kawasan Asia, sejumlah mata uang justru bergerak menguat.

Yen Jepang terapresiasi 0,03 persen, diikuti won Korea yang naik 0,01 persen. Baht Thailand dan yuan China juga masing-masing menguat tipis sekitar 0,02 persen terhadap dolar AS.

Meski demikian, pelaku pasar memperkirakan rupiah masih berpotensi mengalami tekanan lanjutan sepanjang hari, seiring penguatan dolar AS yang masih bertahan di pasar global.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai pergerakan mata uang global saat ini dipengaruhi oleh sikap hati-hati investor yang mencermati arah kebijakan bank sentral AS di bawah pemerintahan Donald Trump.

Ia menyebut pasar tengah menunggu kepastian terkait rencana pergantian kepemimpinan Federal Reserve.

Senat AS dijadwalkan melakukan pemungutan suara untuk pelantikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed pada akhir pekan ini.

"Investor tetap berhati-hati karena pasar mengevaluasi bagaimana arah kebijakan Fed dapat berkembang di bawah kepemimpinan baru," ujar Ibrahim.

Selain faktor kebijakan moneter, sentimen geopolitik juga turut memengaruhi pasar.

Ketegangan di Timur Tengah dilaporkan sedikit mereda setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana aksi militer terhadap Iran, membuka ruang negosiasi terkait isu nuklir.

Kondisi ini meredakan kekhawatiran pasar atas potensi gangguan jalur energi global, termasuk Selat Hormuz.

Dari dalam negeri, tekanan nilai tukar rupiah dinilai mulai memberi dampak tidak langsung terhadap perekonomian, terutama melalui potensi kenaikan harga komoditas impor.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat mempercepat transmisi inflasi pada semester II/2026 jika tekanan kurs terus berlanjut.*


(bi/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka “Merah” Lagi, Pasar Deg-degan Tunggu Pidato Prabowo di DPR!
Anies Ungkap Kondisi Ekonomi RI: “Tidak Baik-Baik Saja”
Anies Baswedan Kritik Keras Pemerintah: Berhentilah Beri “Obat Tidur” ke Publik
Golkar Nilai Kehadiran Prabowo di Paripurna DPR Tingkatkan Perhatian Publik pada Ekonomi Nasional: Pasti Ada Misi Khusus
Tak Banyak Tahu! Sepertiga Simalungun Pernah Dikuasai Perkebunan Kolonial
Membaca Ulang Kebangkitan Nasional dan Luka Ekonomi Bangsa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru