Kantor Imigrasi Medan Resmi Berganti Nama Jadi Kualanamu Mulai 5 Oktober 2026
MEDAN Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan penataan kelembagaan terhadap kantor imigrasi di berbagai wilayah Indonesia. Penataan terse
NASIONAL
Oleh:Hasnuddin Wahid.
SETIAP tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum lahirnya kesadaran kolektif melawan penjajahan. Nama Budi Utomo disebut, pelajar STOVIA dikenang, dan semangat persatuan dipuji.
Namun ada satu pertanyaan penting yang jarang diajukan secara serius: mengapa kesadaran nasional itu muncul justru pada awal abad ke-20, dan bukan dua atau tiga abad sebelumnya ketika penjajahan sudah berlangsung lama?Baca Juga:
Jawabannya ternyata bukan semata-mata soal nasionalisme, pendidikan, atau politik. Ada faktor yang lebih mendasar dan lebih dekat dengan kehidupan rakyat sehari-hari: ekonomi.
Kebangkitan nasional Indonesia sesungguhnya lahir dari akumulasi penderitaan ekonomi kolonial yang panjang. Nasionalisme tidak hanya lahir dari pidato kaum terpelajar, tetapi juga dari sawah yang gagal panen, pajak yang mencekik, kerja paksa, dan kemiskinan struktural yang diwariskan kolonialisme (Furnivall, 1944).
Pada abad ke-19, Hindia Belanda menjadi salah satu sumber kekayaan terbesar bagi Kerajaan Belanda melalui sistem tanam paksa (cultuurstelsel) yang diterapkan sejak 1830 oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch.
Melalui sistem ini, petani Nusantara diwajibkan menyerahkan sebagian tanah dan tenaganya untuk menanam komoditas ekspor seperti kopi, gula, teh, nila, dan tembakau (Elson, 1994).
Hasilnya luar biasa bagi Belanda. Sejarawan ekonomi mencatat bahwa antara 1830-1877, pemerintah Belanda memperoleh surplus sekitar 823 juta gulden dari Hindia Belanda.
Dengan dana tersebut, membuat Belanda bisa membayar utang negara, membangun rel kereta api, kanal, dan mempercepat industrialisasi (Ricklefs, 2008).
Ironisnya, dana sebesar itu diraup Belanda di atas keringat dan darah rakyat Nusantara.
Kala itu, di berbagai wilayah Jawa, petani kehilangan ruang untuk menanam pangan sendiri.
Akibatnya, bencana kelaparan terjadi di sejumlah daerah seperti Cirebon, Demak, dan Grobogan. Dalam periode 1840-an hingga 1850-an, ribuan orang meninggal akibat kombinasi gagal panen, pajak tinggi, dan eksploitasi kolonial (Boomgaard, 2007).
MEDAN Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan penataan kelembagaan terhadap kantor imigrasi di berbagai wilayah Indonesia. Penataan terse
NASIONAL
JAKARTA Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 membawa dampak positif bagi Timnas Indonesia. Selain mengakhiri penantian panjang untuk menjadi
OLAHRAGA
MEDAN Pusat Gempa Regional (PGR) 1 Medan mendeteksi sejumlah aktivitas gempa bumi di wilayah Sumatera Utara dan Aceh pada Selasa, 6 Okto
PERISTIWA
BANDA ACEH Unit VI Ranmor Satreskrim Polresta Banda Aceh mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggelapan sepeda motor Yamaha Aerox. Po
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan, rehabilitasi, serta p
NASIONAL
JAKARTA Puluhan massa Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Memajukan Sumatera Utara (APEMPEMUS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kemeriahan dan histeria pendukung Timnas Indonesia membahana di Gedung TP PKK Kota Medan saat ratusan warga berkumpul untuk mengge
OLAHRAGA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Kota Medan bukan sekadar identit
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Selama delapan tahun, Nurhayani Siregar tak berhenti mengajukan permohonan agar rumahnya yang hampir rubuh mendapat bantuan perbai
PEMERINTAHAN
MEDAN Air mata kebahagiaan tak terbendung membasahi pipi Nurbaini, 50 tahun, warga Jalan Air Bersih No. 68, Kecamatan Medan Kota. Janda
PEMERINTAHAN