BREAKING NEWS
Rabu, 20 Mei 2026

Membaca Ulang Kebangkitan Nasional dan Luka Ekonomi Bangsa

BITV Admin - Rabu, 20 Mei 2026 07:57 WIB
Membaca Ulang Kebangkitan Nasional dan Luka Ekonomi Bangsa
Ilustrasi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Refleksi sejarah Kebangkitan Nasional terasa sangat relevan hari-hari ini.Bangsa Indonesia memang telah merdeka secara politik hampir delapan dekade.

Namun pertanyaan besarnya tetap sama: apakah kita sudah benar-benar merdeka secara ekonomi?

Tak ada yang dapat memungkiri bahwa Indonesia adalah salah satu negara terkaya sumber daya alam di dunia, baik hutan di darat, ikan-ikan di laur, maupun kandungan mineral di perut bumi.

Menurut data US Geological Survey, Indonesia memiliki cadangan nikel mencapai sekitar 55 juta hingga 62 juta ton metrik, atau setara dengan lebih dari 40-42 persen dari total cadangan nikel global.

Sebagian besar cadangan ini tersebar di wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara Indonesia juga termasuk eksportir utama batu bara dan minyak sawit global.

Namun di tengah kekayaan itu, ketimpangan sosial-ekonomi masih tinggi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rasio gini Indonesia pada 2024 berada di kisaran 0,381, menandakan distribusi kekayaan yang masih timpang.

Bahkan, menurut laporan terbaru yang dirilis CELIOS (April 2026), kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia kini setara dengan 55 juta penduduk terbawah.

Di kota besar, pusat perbelanjaan dan apartemen mewah tumbuh pesat. Tetapi di banyak desa, petani masih menghadapi pupuk mahal, harga panen tidak stabil, dan akses pasar yang lemah.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan mendasar: untuk siapa sebenarnya pertumbuhan ekonomi itu bekerja?

Penjajahan Modern Tanpa Kekuatan Militer

Hari Kebangkitan Nasional seharusnya bukan sekadar seremoni sejarah, tetapi momentum mengevaluasi arah ekonomi bangsa.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sinkronisasi Revisi RTRW Asahan 2026–2046, Sekda: Infrastruktur Perbatasan Jadi Prioritas Dongkrak Ekonomi
PSI Siapkan Roadmap Safari Politik Bareng Jokowi Keliling Indonesia
Bahlil Klaim ICP Stabil di Bawah USD100, Pemerintah Pastikan Harga BBM Tak Naik
Masa Tunggu Haji RI Bisa Capai 49 Tahun, Pemerintah Kaji Ulang Sistem Kuota Nasional
Jelang Idul Adha, Mentan Minta Satgas Pangan Tindak Tegas Pelaku Kecurangan Harga Minyak Goreng
KPK Dorong Rupbasan Jadi Role Model Penegakan Hukum, Fitroh Tekankan Integritas Petugas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru