BREAKING NEWS
Rabu, 20 Mei 2026

Membaca Ulang Kebangkitan Nasional dan Luka Ekonomi Bangsa

BITV Admin - Rabu, 20 Mei 2026 07:57 WIB
Membaca Ulang Kebangkitan Nasional dan Luka Ekonomi Bangsa
Ilustrasi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Sebab penjajahan modern tidak selalu hadir dalam bentuk pendudukan militer.

Ia bisa muncul melalui ketergantungan utang, dominasi teknologi asing, eksploitasi data digital, hingga ketergantungan pada impor teknologi tinggi.

Hari ini, tantangan Indonesia bukan lagi VOC, tetapi bagaimana memastikan bangsa ini tidak hanya menjadi pasar besar dan penyedia bahan mentah bagi ekonomi global.

Bank Dunia mencatat bahwa kontribusi manufaktur Indonesia terhadap PDB cenderung stagnan dalam dua dekade terakhir, sementara ekspor bahan mentah masih dominan (World Bank, 2023).

Jika Indonesia gagal membangun industri teknologi dan kualitas sumber daya manusia, maka kita berisiko mengulang pola lama: kaya sumber daya, tetapi miskin nilai tambah.

Kebangkitan Nasional Abad ke-21

Oleh karena itu, kebangkitan nasional hari ini harus dimaknai sebagai keberanian melakukan transformasi ekonomi.

Kebangkitan nasional modern berarti membangun industri sendiri, memperkuat petani dan nelayan, mengembangkan riset teknologi, serta memastikan ekonomi digital tidak hanya dikuasai segelintir platform global.

Nasionalisme hari ini bukan sekadar menghafal lagu perjuangan. Nasionalisme hari ini adalah menciptakan sistem ekonomi yang memberi harapan dan martabat bagi rakyat.

Para pendiri bangsa memahami bahwa kemerdekaan politik tanpa keadilan ekonomi hanyalah ilusi.

Karena itu Pasal 33 UUD 1945 dirancang dengan sangat ideologis: bumi, air, dan kekayaan alam dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Kebangkitan yang Masih Menunggu

Sejarah mengajarkan bahwa nasionalisme tidak akan bertahan lama jika ekonomi hanya menguntungkan segelintir orang.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sinkronisasi Revisi RTRW Asahan 2026–2046, Sekda: Infrastruktur Perbatasan Jadi Prioritas Dongkrak Ekonomi
PSI Siapkan Roadmap Safari Politik Bareng Jokowi Keliling Indonesia
Bahlil Klaim ICP Stabil di Bawah USD100, Pemerintah Pastikan Harga BBM Tak Naik
Masa Tunggu Haji RI Bisa Capai 49 Tahun, Pemerintah Kaji Ulang Sistem Kuota Nasional
Jelang Idul Adha, Mentan Minta Satgas Pangan Tindak Tegas Pelaku Kecurangan Harga Minyak Goreng
KPK Dorong Rupbasan Jadi Role Model Penegakan Hukum, Fitroh Tekankan Integritas Petugas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru