Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sejumlah target yang disampaikan antara lain defisit anggaran di kisaran 1,8–2,4 persen terhadap PDB, pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5 persen, inflasi 1,5–3,5 persen, serta nilai tukar rupiah di rentang Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS.
Pemerintah juga mengumumkan rencana kebijakan baru terkait ekspor komoditas sumber daya alam yang akan diwajibkan melalui BUMN sebagai eksportir tunggal, dimulai dari CPO, batu bara, dan paduan besi.
Kebijakan ini diperkirakan menjadi perhatian pelaku pasar dalam jangka pendek.
Selain faktor fiskal, pasar juga merespons kebijakan moneter Bank Indonesia yang menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.
Kenaikan ini lebih tinggi dari ekspektasi pasar dan dinilai sebagai langkah menjaga stabilitas rupiah serta meredam arus keluar modal asing.
Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.200–6.250 dan resistance 6.400–6.450.
Secara teknikal, indikator stochastic RSI berada di area jenuh jual (oversold) dengan potensi pembentukan golden cross, meski tekanan pada MACD masih berlanjut.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak terbatas dengan rentang support 6.220 dan resistance 6.635.
Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis risalah FOMC The Fed serta data domestik seperti neraca transaksi berjalan dan uang beredar (M2).
Analis menilai pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menyusul kombinasi sentimen fiskal dan moneter yang berkembang.*
(bi/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.