BREAKING NEWS
Rabu, 20 Mei 2026

Surya Paloh soal Rupiah Anjlok: Selain Optimisme, Apa Lagi yang Kita Punya?

Adelia Syafitri - Rabu, 20 Mei 2026 16:59 WIB
Surya Paloh soal Rupiah Anjlok: Selain Optimisme, Apa Lagi yang Kita Punya?
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/5). (Foto: Nasywa Athifah/kumparan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang belakangan terus mengalami tekanan.

Saat ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026), Surya Paloh menilai optimisme menjadi modal utama pemerintah dalam menghadapi gejolak ekonomi dan menjaga stabilitas rupiah.

"Selain optimisme, apa lagi yang kita punya? Modal kita yang terakhir adalah optimisme itu sendiri," ujar Surya Paloh di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Baca Juga:

Menurut Paloh, pemerintah harus tetap menjaga keyakinan dan kepercayaan publik di tengah situasi ekonomi global yang penuh tekanan akibat konflik geopolitik dan ketidakpastian pasar internasional.

Ia mengatakan, jika optimisme hilang, maka kondisi ekonomi dikhawatirkan akan semakin sulit dikendalikan.

"Kalau optimisme itu selesai, ya kita tidak punya apa-apa lagi. Tapi mudah-mudahan kita masih bisa menjaga optimisme itu," katanya.

Surya Paloh juga menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi usai Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Peraturan Pemerintah terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam dalam rapat paripurna DPR.

Menurutnya, gejolak pasar tersebut diharapkan hanya bersifat sementara dan tidak berlangsung dalam jangka panjang.

"Ya mungkin kita harapkan itu hanya indikasi sementara saja. Tapi kalau semakin turun terus-menerus, tentu perlu ada evaluasi," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menargetkan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS pada 2027.

Pemerintah, kata Prabowo, akan memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar, inflasi, serta ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global.

Selain menjaga rupiah tetap stabil, pemerintah juga menargetkan inflasi nasional berada di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen pada tahun mendatang.*

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka “Merah” Lagi, Pasar Deg-degan Tunggu Pidato Prabowo di DPR!
IHSG Ambles 3%, Saham Konglomerat Rontok hingga ARB
Bursa Indonesia Jadi yang Terburuk di Asia! IHSG Anjlok 3,08 Persen, Rupiah Jebol Rp17.723 per Dolar AS
IHSG Cuma Naik 0,04%! Investor Tunggu Keputusan “Panas” BI
IHSG Anjlok ke Level 6.599, Sentimen Konflik AS-Iran Tekan Pasar
Bos BEI Bongkar Penyebab IHSG Longsor: Dipicu Tekanan Bursa Asia dan Sentimen Global
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru