BREAKING NEWS
Minggu, 05 Juli 2026

Aipda Yudhie Gugur Saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Diburu hingga Tuntas

Adelia Syafitri - Minggu, 05 Juli 2026 09:43 WIB
Aipda Yudhie Gugur Saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Diburu hingga Tuntas
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. (Foto: fraksigerindra)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTAKetua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bertindak tegas terhadap seluruh pelaku penyerangan yang menyebabkan gugurnya Aipda Yudhie Perdana Putra saat penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Habiburokhman meminta aparat kepolisian memburu seluruh pihak yang terlibat dalam aksi penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan. Ia juga berharap dua anggota polisi yang hingga kini masih dilaporkan hilang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

"Jangan beri ruang sedikit pun bagi bandar narkoba. Kami juga mendesak agar dua anggota polisi yang dilaporkan hilang segera ditemukan dalam kondisi selamat. Kejar pelaku sampai dapat, hukum harus ditegakkan sekeras-kerasnya," kata Habiburokhman dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Baca Juga:

Selain itu, Habiburokhman menyampaikan duka cita atas gugurnya Aipda Yudhie Perdana Putra yang dinilai telah mengorbankan nyawanya saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika.

Ia menyebut pengabdian almarhum merupakan bentuk perjuangan dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Sebelumnya, Aipda Yudhie gugur ketika memimpin operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, pada Kamis (2/7/2026) dini hari.

Operasi bermula saat petugas berhasil mengamankan seorang terduga pelaku tindak pidana narkotika. Namun situasi berubah ricuh setelah keluarga terduga pelaku melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam. Kericuhan semakin meluas ketika sejumlah warga ikut mendatangi lokasi hingga terjadi bentrokan dengan aparat.

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie meninggal dunia saat menjalankan tugas. Sementara dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga kini masih dalam proses pencarian.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memastikan akan memberikan dukungan penuh kepada jajaran Polda Kalimantan Tengah untuk mempercepat pencarian dua anggota yang hilang sekaligus memburu para pelaku penyerangan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan pihaknya juga akan membantu mengungkap jaringan narkotika yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut.

Menurut Eko, seluruh operasi pemberantasan narkotika akan menjadi bahan evaluasi agar setiap personel memiliki kesiapan yang lebih matang, baik dari sisi perencanaan, pemetaan ancaman, kekuatan personel, maupun perlengkapan di lapangan.

Ia menegaskan keselamatan anggota menjadi prioritas utama tanpa mengurangi komitmen Polri dalam memberantas peredaran narkotika di seluruh wilayah Indonesia.* (in/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
141 Peserta Lulus Seleksi Bintara Polri 2026 di Polda Aceh, 49 Calon Tamtama Juga Dinyatakan Lolos
Bakom RI: Kasus Dugaan Korupsi MBG Buktikan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Sat Samapta Polres Aceh Timur Perkuat Strong Point dan Patroli Humanis untuk Tingkatkan Rasa Aman Masyarakat
Kasus Dugaan Korupsi MBG Bergulir, Sahroni Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum
Kapolri: Reformasi Polri Bukan Beban
Baik Hati pada Polri, Tak Acuh pada Korban Sipil
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru