BREAKING NEWS
Senin, 18 Mei 2026

Bos BEI Bongkar Penyebab IHSG Longsor: Dipicu Tekanan Bursa Asia dan Sentimen Global

Nurul - Senin, 18 Mei 2026 16:44 WIB
Bos BEI Bongkar Penyebab IHSG Longsor: Dipicu Tekanan Bursa Asia dan Sentimen Global
Sejumlah pengunjung di dalam ruangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, (8/4/2025). (Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap penyebab Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Senin (18/5/2026). Pelemahan tersebut disebut dipicu akumulasi sentimen global selama pasar domestik libur pada 14-15 Mei 2026.

Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pasar saham Asia mengalami koreksi cukup dalam ketika Bursa Indonesia tidak beroperasi. Kondisi itu akhirnya berdampak langsung terhadap perdagangan IHSG hari ini.

"Ketidakpastian pasar memang masih cukup tinggi. Saat pasar kita libur Kamis dan Jumat lalu, pasar global khususnya Asia mengalami koreksi," ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026).

Baca Juga:

Menurutnya, tekanan yang terjadi pada IHSG masih sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa Asia. Selain sentimen eksternal, kondisi global yang belum stabil juga memengaruhi psikologi pasar domestik.

Jeffrey menilai koreksi yang terjadi saat ini masih berada dalam jalur yang wajar mengikuti pergerakan pasar global. Namun demikian, investor diminta tetap waspada terhadap tingginya ketidakpastian ekonomi dunia.

"Masih inline dengan global market, tetapi memang ketidakpastian di pasar kita cukup tinggi," katanya.

BEI juga mengimbau investor agar tidak panik menghadapi gejolak pasar. Investor diminta tetap memperhatikan fundamental perusahaan dan menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing.

"Kami mengingatkan investor untuk tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, menganalisis secara cermat, dan mengatur strategi investasi sesuai profil risiko," tambah Jeffrey.

Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat anjlok lebih dari 4 persen hingga menyentuh level 6.398,78. Namun menjelang penutupan perdagangan, IHSG berhasil memangkas penurunan dan ditutup melemah 1,85 persen di level 6.599,24.

Tekanan terhadap pasar saham domestik terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global, pelemahan rupiah, hingga dinamika pasar keuangan internasional yang masih berfluktuasi.*

(d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Purbaya Pastikan Rupiah Tak Akan Ulangi Krisis 1998
IHSG Terguncang, Purbaya Pastikan Ekonomi RI Tetap Aman
DPR Semprot Bank Indonesia: Semua Instrumen Dipakai, Kenapa Rupiah Tetap Ambruk?
Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok, Menkeu Purbaya: Hanya Sementara
IHSG Dibuka Melemah 3,71 Persen ke Level 6.474 pada Awal Perdagangan
IHSG Terkoreksi Usai MSCI Keluarkan 18 Saham Indonesia, OJK Sebut Pergerakan Masih Wajar dan Terkendali
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru