Bos BEI Bongkar Penyebab IHSG Longsor: Dipicu Tekanan Bursa Asia dan Sentimen Global
JAKARTA Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap penyebab Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Sen
EKONOMI
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah saat ini tidak bisa disamakan dengan kondisi krisis moneter 1998. Pemerintah menilai fondasi ekonomi nasional masih kuat dan stabil di tengah tekanan global.
Purbaya mengatakan situasi ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dibanding krisis 1998 yang dipicu kebijakan ekonomi bermasalah serta ketidakstabilan sosial dan politik berkepanjangan.
"Kalau rupiah melemah lalu dianggap sama seperti 1998, itu berbeda. Tahun 1998 terjadi resesi lebih dulu lalu diikuti instabilitas sosial-politik," ujar Purbaya usai menghadiri acara penyerahan pesawat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).Baca Juga:
Ia menjelaskan kondisi ekonomi domestik saat ini masih berada dalam jalur pertumbuhan yang positif sehingga pemerintah memiliki ruang untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Selain menyoroti pelemahan rupiah, Purbaya juga menanggapi anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat turun ke level 6.628 pada perdagangan pagi. Menurutnya, penurunan tersebut hanya dipicu sentimen pasar jangka pendek akibat dinamika global.
Pemerintah, kata dia, kini mulai melakukan intervensi di pasar obligasi guna menjaga stabilitas pasar keuangan dan mencegah aksi jual investor asing.
"Kita masuk lebih signifikan ke pasar obligasi supaya pasar terkendali dan investor tidak keluar karena takut capital loss," katanya.
Purbaya juga meminta investor domestik agar tidak panik menghadapi kondisi pasar saat ini. Ia bahkan menyebut pelemahan pasar bisa menjadi momentum membeli saham.
"Jangan takut serok bawah sekarang. Kalau saya lihat teknikalnya, satu dua hari bisa balik," ucapnya.
Berdasarkan data perdagangan Senin pagi, nilai tukar rupiah tercatat melemah 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya di level Rp17.597 per dolar AS.
Meski begitu, pemerintah optimistis gejolak pasar keuangan masih dapat dikendalikan melalui penguatan fundamental ekonomi dan kebijakan stabilisasi pasar.*
(mt/dh)
JAKARTA Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap penyebab Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Sen
EKONOMI
BANDA ACEH Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (MPW ICMI) Aceh mengapresiasi langkah Gubernur Aceh Muzakkir Manaf
PEMERINTAHAN
DELISERDANG Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menggelar Apel Kendaraan Dinas Operasional Tahun 2026 sebagai tindak lanjut instr
PEMERINTAHAN
JAKARTA Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) melaporkan tiga hakim Pengadilan Militer II08 Jakarta ke Mahkamah Agung (MA) terkait dugaan p
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) aka
EKONOMI
JAKARTA Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Amien Sunaryadi, mengkritik wacana penghitungan kerugian negara dalam per
NASIONAL
JAKARTA Pengusaha Heri Setiyono alias Heri Black memilih irit bicara usai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) te
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap mayoritas kasus pelanggaran terhadap anak sepanjang Januari hingga April 20
NASIONAL
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut tiga terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur k
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto masih mempertahankan Listyo Sigit Prabow
POLITIK