BREAKING NEWS
Kamis, 21 Mei 2026

IHSG Dibuka Menguat ke 6.353, Saham Big Caps Kompak Hijau Usai Sentimen RAPBN dan Kenaikan BI Rate

Adelia Syafitri - Kamis, 21 Mei 2026 09:28 WIB
IHSG Dibuka Menguat ke 6.353, Saham Big Caps Kompak Hijau Usai Sentimen RAPBN dan Kenaikan BI Rate
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026.

Penguatan terjadi di tengah respons pasar terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR serta keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) dalam Rapat Dewan Gubernur terbaru.

Melansir data IDX Mobile pukul 09.03 WIB, IHSG menguat 0,55 persen atau 34,59 poin ke level 6.353,09.

Baca Juga:

Pada awal perdagangan, sebanyak 363 saham tercatat menguat, 142 saham melemah, dan 454 saham stagnan.

Total volume transaksi mencapai 1,39 miliar saham dengan nilai transaksi Rp896 miliar.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) bergerak di zona hijau. Saham BBCA naik 1,26 persen ke Rp6.050, sementara BBRI menguat 0,33 persen ke Rp3.050.

Saham BMRI juga tercatat naik 0,71 persen ke Rp4.260, disusul BBNI yang menguat 1,05 persen ke Rp3.840.

Emiten lain seperti ASII naik 0,42 persen ke Rp6.000, serta AMMN menguat 2,36 persen ke Rp3.040.

Saham MORA menjadi salah satu penguat paling signifikan dengan lonjakan 10,88 persen ke Rp7.900. Sementara PANI turut naik 1,32 persen ke Rp7.650.

Di sisi lain, sejumlah saham unggulan masih tertekan.

Saham BREN turun 5,02 persen ke Rp2.650, TLKM melemah 0,32 persen ke Rp3.090, serta TPIA terkoreksi tajam 12,03 persen ke Rp2.340.

Sebelumnya, pasar mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR yang memaparkan asumsi dasar ekonomi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Sejumlah target yang disampaikan antara lain defisit anggaran di kisaran 1,8–2,4 persen terhadap PDB, pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5 persen, inflasi 1,5–3,5 persen, serta nilai tukar rupiah di rentang Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS.

Pemerintah juga mengumumkan rencana kebijakan baru terkait ekspor komoditas sumber daya alam yang akan diwajibkan melalui BUMN sebagai eksportir tunggal, dimulai dari CPO, batu bara, dan paduan besi.

Kebijakan ini diperkirakan menjadi perhatian pelaku pasar dalam jangka pendek.

Selain faktor fiskal, pasar juga merespons kebijakan moneter Bank Indonesia yang menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.

Kenaikan ini lebih tinggi dari ekspektasi pasar dan dinilai sebagai langkah menjaga stabilitas rupiah serta meredam arus keluar modal asing.

Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.200–6.250 dan resistance 6.400–6.450.

Secara teknikal, indikator stochastic RSI berada di area jenuh jual (oversold) dengan potensi pembentukan golden cross, meski tekanan pada MACD masih berlanjut.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak terbatas dengan rentang support 6.220 dan resistance 6.635.

Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis risalah FOMC The Fed serta data domestik seperti neraca transaksi berjalan dan uang beredar (M2).

Analis menilai pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menyusul kombinasi sentimen fiskal dan moneter yang berkembang.*


(bi/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Dunia Melonjak, Emas Antam Ikut Terbang ke Rp 2,8 Juta per Gram
Wakil Bupati Syafrizal Pimpin Upacara Peringatan Harkitnas ke - 118
Di DPR, Prabowo Tegaskan Arah Pemerintah Pakai Ekonomi Pancasila
IHSG Ditutup Melemah 0,82 Persen, Saham Basic Materials Jadi Penekan Utama
Surya Paloh soal Rupiah Anjlok: Selain Optimisme, Apa Lagi yang Kita Punya?
Pimpinan DPR Yakin Rupiah Menguat Usai Paparan Ekonomi Prabowo di DPR
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Bisakah Kita Hidup Tanpa AI?

Bisakah Kita Hidup Tanpa AI?

OlehProf. Dr. Ahmad M RamliDULU, pertanyaan yang sering terucap adalah, masih adakah sisi kehidupan manusia yang tak tersentuh teknologi d

OPINI