Pemkab Batu Bara Tegaskan Transformasi Batra Berjaya Demi Penguatan BUMD dan Peningkatan PAD
BATU BARA DPRD Kabupaten Batu Bara kembali menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Jawaban Bupati terhadap Pandangan Umum FraksiFraksi
PEMERINTAHAN
BANTUL – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan ekonomi Indonesia sedang lesu di tengah maraknya keluhan soal sulitnya lapangan pekerjaan dan melemahnya daya beli masyarakat.
Dalam acara Jogja Financial Festival (JFF) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Jumat (22/5/2026), Purbaya bahkan menyebut narasi ekonomi lesu banyak dipengaruhi analisa "ekonom TikTok" yang dinilainya tidak berbasis data.
"Terus terang saya juga bingung kenapa ada anggapan seperti itu. Setelah saya analisa lebih lanjut, ternyata itu kebanyakan analisa ekonom TikTok," ujar Purbaya.Baca Juga:
Menurutnya, kondisi ekonomi nasional justru masih menunjukkan tren positif. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,61 persen secara year on year berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Purbaya mengaku dirinya juga melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi ekonomi masyarakat.
"Saya bukan tertutup terhadap kritik. Saya buka dan saya investigasi sendiri," katanya.
Ia menyebut sejumlah indikator konsumsi masyarakat masih bergerak kuat, mulai dari penjualan kendaraan bermotor, konsumsi semen, listrik hingga bahan bakar minyak (BBM).
"Penjualan motor naik 28 persen. Itu artinya ekonomi sehat, daya beli masih kuat," jelasnya.
Selain itu, penjualan mobil pada April 2026 juga disebut melonjak hingga 55 persen setelah sempat turun pada Maret akibat faktor Lebaran.
Tak hanya itu, konsumsi semen nasional pada April juga tercatat tumbuh 35,6 persen yang dinilai menjadi sinyal aktivitas ekonomi dan pembangunan masih berjalan agresif.
Purbaya juga menepis anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini hanya ditopang oleh belanja pemerintah. Menurut dia, kontribusi konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, konsumsi rumah tangga menyumbang 2,94 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026. Sementara kontribusi konsumsi pemerintah berada di level 1,26 persen.
"Belanja masyarakat kita masih kuat. Artinya masyarakat masih punya daya beli yang cukup baik," katanya.
Purbaya menilai sebagian pihak terlalu fokus membangun sentimen negatif di media sosial tanpa melihat kondisi ekonomi secara menyeluruh.
"Mungkin karena semangatnya negatif, akhirnya kemakan dengan ucapan mereka sendiri," ujarnya.
Untuk memastikan kondisi riil di masyarakat, Purbaya mengaku rutin turun langsung ke pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo di Yogyakarta hingga Pasar Tanah Abang di Jakarta yang menurutnya masih ramai aktivitas ekonomi.*
(k/dh)
BATU BARA DPRD Kabupaten Batu Bara kembali menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Jawaban Bupati terhadap Pandangan Umum FraksiFraksi
PEMERINTAHAN
BATU BARA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Pandangan Umum FraksiFraksi
POLITIK
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan menempatkan sejumlah perwakilan dari kementerian dan lembaga (K
EKONOMI
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh ekonomi nasional yang terdiri dari mantan menteri hingga eks Gubernur Bank
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat ke l
EKONOMI
LANGKAT Seorang pemuda bernama M Sahili alias MS (21) tewas usai dikeroyok dan ditusuk sekelompok pria di Kecamatan Pangkalan Susu, Kabu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto membentuk BUMN khusus ekspor sumber daya alam
NASIONAL
BANTUL Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan ekonomi Indonesia sedang lesu di tengah maraknya keluhan soal sulitnya l
EKONOMI
JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, mendesak pemerintah Indonesia membawa kasus dugaan penyiksaan terhadap sembilan warga neg
INTERNASIONAL
JAKARTA Majelis Etik Ombudsman RI akan memeriksa Ketua Ombudsman RI nonaktif, Hery Susanto, terkait dugaan pelanggaran kode etik dan kod
NASIONAL