BREAKING NEWS
Selasa, 26 Mei 2026

Gerindra Bongkar Warisan Berat yang Diterima Prabowo: Gunung Dibabat, Mineral Keluar Negeri!

Dharma - Selasa, 26 Mei 2026 10:55 WIB
Gerindra Bongkar Warisan Berat yang Diterima Prabowo: Gunung Dibabat, Mineral Keluar Negeri!
Presiden Prabowo Subianto. (foto: Prabowo Subianto/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Politikus Partai Gerindra, Azis Subekti, menilai Presiden Prabowo Subianto mewarisi paradoks ekonomi Indonesia yang selama bertahun-tahun membuat kekayaan sumber daya alam melimpah tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat.

Menurutnya, kondisi tersebut kini mulai dijawab melalui kebijakan tata kelola ekspor satu pintu yang akan dijalankan oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Azis menggambarkan Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam, namun masih menyisakan berbagai persoalan sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput.

Baca Juga:

Di satu sisi, aktivitas pertambangan, perkebunan, dan ekspor komoditas terus berjalan, sementara di sisi lain banyak masyarakat masih menghadapi kesulitan ekonomi.

"Kita melihat gunung-gunung dibabat, kapal-kapal mengangkut mineral keluar negeri, jutaan hektare tanah menghasilkan kekayaan. Namun pada saat yang sama petani menjual gabah dengan cemas, nelayan menghadapi biaya operasional tinggi, dan anak-anak muda desa meninggalkan kampung karena lapangan kerja terbatas," ujar Azis dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Menurut anggota Komisi II DPR RI itu, selama dua dekade terakhir Indonesia memang berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional.

Namun, model pembangunan yang bertumpu pada ekspor bahan mentah dinilai belum mampu menciptakan distribusi manfaat ekonomi yang merata.

Ia mencontohkan sejumlah daerah penghasil sumber daya alam yang masih menghadapi persoalan mendasar, mulai dari infrastruktur yang terbatas hingga tingkat kesejahteraan masyarakat yang belum optimal.

"Tanah yang kaya justru melahirkan masyarakat yang miskin. Kawasan tambang strategis masih menyisakan desa dengan jalan rusak dan air keruh. Sawit tumbuh luas, tetapi buruhnya hidup pas-pasan," katanya.

Azis menilai langkah pemerintah membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola ekspor komoditas nasional.

Kehadiran perusahaan pelat merah tersebut diharapkan mampu mengurangi praktik kebocoran penerimaan negara melalui manipulasi nilai ekspor.

Menurutnya, Presiden Prabowo tengah berupaya mengubah pola lama ekonomi nasional yang terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah dan minim nilai tambah.

"Yang sedang disentuh bukan hanya program pembangunan, tetapi fondasi ekonomi lama yang membuat Indonesia terus menjadi pemasok bahan baku dunia. Kekayaan nasional harus kembali dirasakan sebagai milik rakyat Indonesia sendiri," ujar Azis.

Ia menambahkan, agenda hilirisasi industri, swasembada pangan, industrialisasi nasional, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penguatan koperasi desa menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ekonomi domestik.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan kekayaan alam Indonesia terus keluar tanpa pengawasan dan kendali negara.

Karena itu, pemerintah tengah menyiapkan regulasi baru mengenai tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam melalui skema satu pintu.

"Kekayaan alam kita tidak boleh terus keluar tanpa pengawasan dan tanpa kendali," kata Prabowo saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam rapat paripurna DPR.

Melalui PT DSI, pemerintah menargetkan praktik underinvoicing dan mispricing pada ekspor komoditas strategis dapat ditekan sehingga penerimaan negara meningkat dan manfaat ekonomi lebih banyak dinikmati masyarakat Indonesia.

Azis mengakui perubahan arah kebijakan tersebut tidak akan mudah karena menyentuh kepentingan yang telah lama menikmati pola ekonomi lama.

Namun ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan kekayaan nasional tidak lagi hanya menguntungkan segelintir pihak.

"Inti perubahan ekonomi hari ini sederhana tetapi mendasar, yakni memastikan kekayaan negara benar-benar kembali kepada rakyat Indonesia," katanya.*


(km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Pangan Jelang Iduladha 2026: Cabai dan Bawang Melonjak, Beras serta Minyak Goreng Mulai Melandai
Harga Emas Antam Hari Ini Turun ke Rp2,798 Juta per Gram, Saatnya Beli atau Tunggu?
Hotman Paris Desak Presiden Bubarkan Kementerian HAM: Natalius Pigai Itu Tidak Berguna!
Viral Jingle “Mas Bahlil Ganteng” di Media Sosial, Ini Respons Golkar
Pidato Prabowo, Arah Reformasi dan Warisan Kebangkitan Nasional
Plh Wali Kota Tanjungbalai Ikut Car Free Day, CFD Jadi Ruang Kebersamaan dan Dorong UMKM Lokal
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru