BREAKING NEWS
Selasa, 26 Mei 2026

Pemprov Sumut Dorong Program Ruang Bersama Indonesia untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Abyadi Siregar - Selasa, 26 Mei 2026 13:22 WIB
Pemprov Sumut Dorong Program Ruang Bersama Indonesia untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Pj Sekdaprovsu Sulaiman Harahap membuka Pertemuan Sosialisasi dan Penguatan Komitmen Pelaksanaan RBI oleh KemenPPPA di Kantor Gubsu, Kota Medan, Selasa (26/5/2026). (Foto: Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong implementasi program Ruang Bersama Indonesia (RBI) sebagai upaya memperkuat perlindungan perempuan dan anak serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Program ini ditargetkan menjadi ruang aman bagi kelompok rentan sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

Hal itu disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, saat membuka Sosialisasi dan Penguatan Komitmen Pelaksanaan RBI di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga:

Sulaiman mengatakan pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal apabila perempuan dan anak masih menghadapi kekerasan serta ketertinggalan.

"Perempuan dan anak adalah jantung ketahanan keluarga sekaligus fondasi generasi penerus pembangunan di Sumatera Utara," ujar Sulaiman.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), sepanjang 2025 tercatat 1.975 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumut.

Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.822 kasus.

Dari total kasus pada 2025, sekitar 68,8 persen korban merupakan anak-anak, terdiri atas 905 anak perempuan, 455 anak laki-laki, dan 615 perempuan dewasa.

Pemerintah menilai angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan karena banyak kasus yang tidak dilaporkan.

Sulaiman menyebut Pemprov Sumut telah memperkuat sejumlah kebijakan, antara lain penguatan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), percepatan program Kabupaten/Kota Layak Anak, serta kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kelurahan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam pelaksanaan RBI.

"Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar target program, tetapi menyelamatkan peradaban Sumatera Utara," katanya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Gelontorkan Rp100 Miliar untuk 1.098 Sapi Kurban Idul Adha 2026, Dibiayai APBN
Pengamat Desak Prabowo Evaluasi Sistem Rekrutmen Ombudsman RI Usai Kasus Hery Susanto dan Yeka Hendra
Mualem Ingatkan Potensi Konflik Aceh, Revisi UUPA Dinilai Mendesak!
Megawati: Banyak Hutan Jadi Perkebunan Sawit, untuk Apa?
Kuasa Hukum Leonardi Minta Jokowi Jadi Saksi di Kasus Dugaan Korupsi Satelit Orbit 123 BT Kemenhan
Plh Wali Kota Tanjungbalai Ikut Car Free Day, CFD Jadi Ruang Kebersamaan dan Dorong UMKM Lokal
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru