BREAKING NEWS
Selasa, 02 Juni 2026

Inflasi Sumut Tembus 0,89 Persen, Harga Tomat Melonjak hingga 82 Persen di Karo

Johan - Selasa, 02 Juni 2026 17:31 WIB
Inflasi Sumut Tembus 0,89 Persen, Harga Tomat Melonjak hingga 82 Persen di Karo
ilustrasi. (Foto: pngtree)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat inflasi bulanan atau month to month (mtm) sebesar 0,89 persen pada Mei 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,28 persen pada periode yang sama.

Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra mengatakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi di Sumut dengan tingkat inflasi mencapai 1,87 persen dan memberikan andil sebesar 0,67 persen.

"Inflasi di Sumatera Utara secara month to month tercatat 0,89 persen pada Mei 2026. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi," ujar Asim, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga:

Meski inflasi bulanan Sumut lebih tinggi dibandingkan nasional, inflasi tahun kalender Sumut masih berada di bawah rata-rata nasional. Inflasi Sumut secara year to date (ytd) tercatat sebesar 0,67 persen, sedangkan nasional mencapai 1,35 persen.

Selain sektor pangan, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga mencatat inflasi cukup tinggi sebesar 1,74 persen.

BPS Sumut mencatat terdapat lima komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi pada Mei 2026. Komoditas tersebut yakni tomat sebesar 0,34 persen, cabai merah 0,31 persen, bawang merah 0,09 persen, cabai rawit 0,08 persen, serta laptop atau notebook sebesar 0,04 persen.

Asim menjelaskan lonjakan harga tomat terjadi cukup signifikan di sejumlah daerah. Di Kabupaten Labuhanbatu, inflasi komoditas tomat mencapai 60,76 persen. Sementara di Kabupaten Karo yang merupakan salah satu sentra produksi tomat nasional, inflasi tomat bahkan mencapai 82,06 persen.

Di sisi lain, sejumlah komoditas justru menahan laju inflasi. Daging ayam ras tercatat mengalami deflasi sebesar 0,16 persen, diikuti udang basah sebesar 0,05 persen, angkutan udara 0,04 persen, ikan gembung 0,04 persen, serta emas perhiasan sebesar 0,03 persen.

Berdasarkan wilayah, inflasi tertinggi di Sumatera Utara pada Mei 2026 terjadi di Kabupaten Deli Serdang sebesar 1,52 persen. Posisi berikutnya ditempati Kota Pematangsiantar dengan inflasi 1,29 persen dan Kabupaten Karo sebesar 1,27 persen.

BPS memperkirakan pergerakan harga komoditas pangan strategis masih akan menjadi faktor utama yang memengaruhi inflasi daerah dalam beberapa bulan ke depan, terutama pada komoditas hortikultura seperti tomat dan cabai yang rentan terhadap gangguan pasokan dan cuaca.*

(ds/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Menguat, Betah di Level 9.000-an di Awal Perdagangan Selasa
Pers Lintas Desa (PLD) Meminta Atensi Presiden dan Kapolri Usut Tuntas Kebakaran Rumah Wartawan di Karo
Masyarakat Minta Kapus Labuhan Ruku Di Pecat!!
Orang Tua Korban Trafficking di Sumut Minta APH Ungkap Jaringan Tppo
Cawapres Nomor Urut 1 Muhaimin Iskandar Penuhi Antusiasme Pendukung dalam Kampanye di Medan, Sumatera Utara
Kasus Dugaan TPPO, 4 Pelaku ditangkapu00a0 Polres Pelabuhan Belawan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru