BREAKING NEWS
Sabtu, 06 Juni 2026

Purbaya: S&P Tak Persoalkan Program MBG dalam Penilaian Fiskal RI

Dharma - Sabtu, 06 Juni 2026 12:21 WIB
Purbaya: S&P Tak Persoalkan Program MBG dalam Penilaian Fiskal RI
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). (Foto: Najma Ramadhanya/kumparan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings tidak mempermasalahkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam penilaian terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Purbaya menyebut, dalam pertemuan terakhir dengan S&P, fokus utama lembaga tersebut bukan pada program MBG, melainkan pada sentimen negatif yang berkembang di pasar keuangan domestik.

"Waktu saya ketemu S&P terakhir, dia tidak meributkan itu. Mereka lebih mempertanyakan sentimen negatif di market," kata Purbaya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, dalam satu tahun terakhir pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan, termasuk koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta arus keluar modal asing yang cukup besar.

Meski demikian, Purbaya menegaskan kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga dengan baik dan berada dalam batas yang aman.

Menurutnya, program prioritas pemerintah termasuk MBG bersifat fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi fiskal dan kebutuhan anggaran.

"Program MBG itu fleksibel, ketika diperlukan efisiensi, kita bisa lakukan penyesuaian," ujarnya.

Purbaya juga memastikan pemerintah tetap menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada kisaran 2 hingga 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Ia menambahkan, pemerintah telah menjelaskan kepada S&P bahwa berbagai program prioritas tetap dapat dijalankan tanpa mengganggu disiplin fiskal.

"Dengan program itu pun, defisit masih bisa kita pertahankan di 2 sampai 3 persen," kata Purbaya.

Selain itu, pemerintah disebut memiliki ruang kebijakan untuk merespons risiko eksternal seperti kenaikan harga minyak dunia yang dapat berdampak pada APBN.

Purbaya menegaskan, secara keseluruhan kondisi fiskal Indonesia masih kuat dan terkelola dengan baik, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan dari pasar.*

(k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Anjlok 8,69 Persen Sepekan ke Level 5.594, Ini Penyebabnya
Rupiah dan IHSG Melemah, Ekonom Ingatkan Risiko Pasar Modal Terancam
BGN Moratorium Dapur MBG, Komisi IX DPR Sebut Momen Evaluasi Total Program
Defisit APBN Rp180,4 Triliun hingga Mei 2026, Menkeu Purbaya Pastikan Kondisi Tetap Aman
Nanik S. Deyang Ungkap Tugas Baru Dua Wakil Kepala BGN Pilihan Prabowo
Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Klaim Ada “Nama-Nama Besar” di Balik Dugaan Korupsi MBG
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru