BREAKING NEWS
Jumat, 12 Juni 2026

Mendag Tegaskan HET MinyaKita Tak Naik, Tetap Rp15.700 per Liter

Abyadi Siregar - Jumat, 12 Juni 2026 16:44 WIB
Mendag Tegaskan HET MinyaKita Tak Naik, Tetap Rp15.700 per Liter
minyak goreng merk MinyaKita. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat MinyaKita belum mengalami kenaikan.

Harga jual di tingkat konsumen masih dipatok Rp 15.700 per liter.

"Jadi sampai saat ini tidak ada kenaikan harga eceran tertinggi untuk minyak goreng. HET masih Rp 15.700," kata Budi Santoso di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, Jumat, 12 Juni 2026.

Baca Juga:

Meski demikian, pemerintah mengakui masih menerima sejumlah keluhan masyarakat terkait ketersediaan dan harga MinyaKita di lapangan.

Pemerintah pun berupaya memperkuat distribusi melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan seperti Bulog dan ID FOOD agar pasokan lebih merata hingga pasar tradisional.

Budi menjelaskan, beberapa waktu lalu pasokan MinyaKita sempat terserap untuk program Bantuan Pangan yang menyasar 33,2 juta penerima manfaat.

Kondisi itu menyebabkan distribusi ke pasar menjadi berkurang.

Namun, pemerintah kini telah menghentikan penggunaan MinyaKita dalam program bantuan tersebut dan menggantinya dengan merek minyak goreng lain.

"Bisa minyak goreng merek lain, nanti kami koordinasikan dengan produsen," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong produsen memperbanyak produksi minyak goreng merek kedua (second brand) dengan kualitas yang setara MinyaKita, guna memperluas pilihan bagi masyarakat.

Menurut Budi, saat ini pasar sudah memiliki banyak alternatif minyak goreng sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada satu merek.

"Minyak goreng sudah banyak merek lain, jadi lebih mudah didapat," katanya.

Sebelumnya, pemerintah sempat membahas potensi penyesuaian HET MinyaKita seiring kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Namun, keputusan final belum diambil karena harga CPO masih fluktuatif.

Pemerintah mencatat harga rata-rata CPO berada di kisaran Rp 15.445 per kilogram, sementara harga distribusi MinyaKita dari produsen ke tingkat distributor 1 berada di angka maksimal Rp 13.500 per liter.

Pemerintah menyatakan akan terus memantau stabilitas harga sebelum memutuskan kemungkinan penyesuaian HET di masa mendatang.*


(km/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PHI dan Pemkab Tabalong Gelar Pelatihan Kepemimpinan ASN, Dorong Pola Transformasional Hadapi Tantangan Birokrasi
Wamendagri Bima Arya: Pemimpin Sejatinya adalah Penjual Harapan
Pemprov Sumut Gelar Undian Gebyar Pajak 2026, Wajib Pajak Taat Berpeluang Dapat Hadiah Mobil hingga Umroh
Forkopimda dan Pemko Tanjungbalai Bersatu Kawal SPMB Ramah dan Transparan
Bupati Taufik Lepas 60 Kafilah Asahan ke MTQ Sumut ke-40, Optimistis Raih Prestasi Terbaik
Bupati Taufik Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Asahan: Data Akurat Kunci Pembangunan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru