BREAKING NEWS
Senin, 22 Juni 2026

Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Masih Tahan Diri Soal Penurunan Pertamax di Medan

Dharma - Kamis, 18 Juni 2026 15:38 WIB
Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Masih Tahan Diri Soal Penurunan Pertamax di Medan
Ratusan ojol medan melakukan aksi demonstrasi di DPRD Sumut, tuntut harga BBM dan batas 8℅ aplikator. (Foto: KOMPAS/EKO AGUS HERIANTO)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Harga minyak mentah dunia dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan signifikan, namun Pertamina Patra Niaga belum memastikan apakah harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax di wilayah Medan akan ikut mengalami penurunan.

Berdasarkan data pasar internasional, harga minyak jenis Brent tercatat turun ke bawah level 80 dolar AS per barel. Pada 16 Juni 2026, harga berada di angka sekitar 78,96 dolar AS per barel dan kembali melemah ke kisaran 77,41 dolar AS per barel pada 18 Juni 2026. Penurunan ini dipicu oleh stabilnya pasokan global serta meredanya ketegangan geopolitik di jalur distribusi energi dunia.

Pjs Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Romi Bahtiar, mengatakan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax tetap mengacu pada mekanisme evaluasi yang mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Baca Juga:

Ia menjelaskan, perubahan harga sebelumnya merupakan dampak dari kenaikan biaya produksi global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

"Penyesuaian harga dilakukan berdasarkan kesepakatan pemerintah dan Pertamina dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk harga minyak dunia dan kurs rupiah," ujar Romi di Medan, Kamis (18/6/2026).

Meski harga minyak dunia menunjukkan tren penurunan, Pertamina menyebut kebijakan harga BBM tetap berada dalam evaluasi berkala pemerintah pusat, sehingga belum ada keputusan terkait kemungkinan penurunan harga Pertamax di daerah.

Romi juga menegaskan bahwa perusahaan tetap menjaga ketersediaan BBM di seluruh SPBU, baik subsidi maupun non-subsidi, meskipun terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat.

Sebelumnya, kenaikan harga Pertamax sempat memicu aksi sejumlah pengemudi ojek online di Medan yang mendatangi kantor Pertamina untuk menyampaikan aspirasi terkait dampak kenaikan harga terhadap biaya operasional mereka.

Pertamina mencatat adanya pergeseran konsumsi masyarakat dari Pertamax ke Pertalite setelah penyesuaian harga dilakukan, yang berdampak pada meningkatnya antrean di sejumlah SPBU tertentu.*

(tm/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polrestabes Medan Bongkar Industri Rumahan Vape Narkoba di Deli Serdang, Pelaku Oplos Pod Getar Demi Raup Untung Berlipat
Driver Ojol Medan Geruduk DPRD Sumut, Tagih Janji Presiden Soal Potongan Aplikasi Maksimal 8 Persen
PLN Lakukan Pemadaman Listrik 3 Jam di Sejumlah Wilayah Medan, Ini Daftar Lokasi Terdampak!
Medan Jadi Tuan Rumah IMT-GT ke-32, Sumut Usulkan Ekonomi Halal Masuk Blueprint Kawasan
207 Jemaah Haji Kloter 14 Asal Medan Tiba, Rico Waas Sambut Kepulangan di Asrama Haji: Semoga Mabrur dan Mabruroh
Wali Kota Medan Rico Waas Ikuti Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Berikan Data Jujur
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru