Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sementara sektor properti dan real estat melemah 1,20 persen, sektor infrastruktur turun 0,97 persen, sektor barang konsumen primer terkoreksi 0,31 persen, dan sektor transportasi turun 0,10 persen.
Di tengah tekanan tersebut, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau.
Sektor energi mencatat kenaikan 1,47 persen, sedangkan sektor teknologi menguat tipis 0,18 persen.
Sejumlah indeks utama di BEI juga ikut melemah. Indeks LQ45 turun 1,67 persen ke level 599,20.
Jakarta Islamic Index (JII) melemah 1,91 persen menjadi 361,41. KOMPAS100 turun 1,72 persen ke level 794,51 dan IDX30 terkoreksi 1,75 persen menjadi 338,73.
Sementara itu, Indonesia Syariah Stock Index (ISSI) menjadi satu-satunya indeks yang berhasil menguat dengan kenaikan 0,09 persen ke level 213,05.
Di kelompok saham LQ45, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi saham dengan penurunan terdalam setelah anjlok 6,48 persen ke level Rp505 per saham.
Posisi berikutnya ditempati PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 6,47 persen menjadi Rp1.590 per saham dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang melemah 5,43 persen ke Rp348 per saham.
Di sisi lain, beberapa saham berhasil mencatatkan penguatan. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menjadi penguat terbesar setelah naik 4,44 persen ke level Rp1.410 per saham.
Kemudian PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 3,27 persen ke Rp1.265 per saham dan PT Alamtri Resources Tbk (ADRO) naik 3,15 persen ke level Rp2.290 per saham.
Perdagangan bursa saham di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi.
Indeks SSE Composite China menguat 1,78 persen ke level 4.163,10.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.