Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Luhut menilai tantangan utama pelaksanaan program kini bukan lagi pada pembangunan fasilitas dapur, melainkan memastikan rantai pasok berjalan kuat dan berkelanjutan.
Ketersediaan komoditas, kapasitas pemasok skala kecil, hingga tata kelola kemitraan menjadi pekerjaan yang perlu segera diperkuat.
Karena itu, ia menegaskan penyelesaian persoalan tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada Badan Gizi Nasional maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurutnya, diperlukan kerja sama lintas kementerian, pemerintah daerah, lembaga pengawasan, sektor perbankan, koperasi, hingga pelaku usaha agar manfaat ekonomi program dapat dirasakan secara lebih merata.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional tersebut, Dewan Ekonomi Nasional menyatakan siap terus berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional untuk merumuskan berbagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis.
Luhut menegaskan hasil kajian yang diserahkan kepada Badan Gizi Nasional merupakan bagian dari komitmen Dewan Ekonomi Nasional untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan semakin akuntabel, efisien, dan mampu memberikan dampak ekonomi yang inklusif.
Ia berharap program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong kesejahteraan petani, nelayan, peternak, koperasi, dan pelaku UMKM di berbagai daerah.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.