BREAKING NEWS
Minggu, 28 Juni 2026

Perbaikan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot Mulai Dirasakan Warga, Pedagang Sebut Pendapatan Naik hingga 50 Persen

Abyadi Siregar - Minggu, 28 Juni 2026 14:17 WIB
Perbaikan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot Mulai Dirasakan Warga, Pedagang Sebut Pendapatan Naik hingga 50 Persen
Ruas jalan Hutaimbaru-Sipiongot di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang baru diperbaiki Pemprov Sumut. (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PALUTA Perbaikan ruas jalan Hutaimbaru-Sipiongot di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Meski pengerjaannya belum selesai, warga mengaku telah merasakan manfaatnya, baik dari sisi kelancaran mobilitas maupun peningkatan aktivitas ekonomi.

Ruas jalan sepanjang 11,8 kilometer tersebut saat ini masih dalam tahap pengerjaan dengan progres sekitar 20 persen.

Baca Juga:

Sejumlah titik yang sebelumnya mengalami kerusakan berat telah diperbaiki melalui penimbunan, pemerataan, dan pengaspalan sehingga akses transportasi masyarakat menjadi lebih lancar.

Perubahan kondisi jalan turut dirasakan para pelaku usaha di sepanjang jalur Hutaimbaru-Sipiongot.

Marwan Harahap, pemilik warung kelontong di Desa Paolan, mengatakan jumlah pembeli yang singgah di warungnya meningkat setelah sebagian ruas jalan selesai diperbaiki.

"Parah Pak sebelumnya, orang-orang pun malas berhenti di warung saya. Gimana mau berhenti, jalannya besar lubangnya. Tapi sekarang lebih ramai, peningkatannya sekitar 50% lah, karena dari simpang pun udah mulus," kata Marwan Harahap, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Marwan, akses jalan yang semakin baik juga memudahkan dirinya memenuhi kebutuhan barang dagangan.

Jika sebelumnya harus mempertimbangkan berkali-kali untuk pergi berbelanja ke Gunungtua karena kondisi jalan rusak, kini perjalanan hanya memakan waktu sekitar 30 menit menggunakan sepeda motor.

"Ya kalau sebelum diperbaiki harus mikir matang-matang dulu apa aja yang mau dibeli. Pas mau perginya pun harus mikir dua kali, apalagi hujan, udahlah bisa tak jadi. Sekarang ke Gunungtua cuma 30 menit aja, sehari pun bisa 2, 3 kali ke sana tidak masalah," tambahnya.

Marwan juga mengenang pengalaman saat membantu mengantar seorang ibu yang hendak melahirkan.

Akibat kondisi jalan yang rusak parah, proses persalinan terjadi di tengah perjalanan menuju rumah sakit.

"Partus di jalan dia Pak, tapi ya tetap kami bawa ke rumah sakit. Cumakan kasian Pak, kalau sekarang bisalah ngebut sikit kalau buru-buru," ungkap Marwan.

Di kawasan Sipiongot, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak hanya melakukan pengaspalan jalan, tetapi juga membangun gorong-gorong berukuran besar di sekitar Pasar Sipiongot untuk mendukung kelancaran infrastruktur.

Warga Sipiongot, Sudirman Sitompul, mengaku terharu karena untuk pertama kalinya dalam sekitar empat dekade melihat jalan menuju kampungnya diperbaiki.

"Walaupun ini di penghujung usia saya, tetapi akhirnya saya melihat jalan ke kampung saya diaspal. Itu suatu kebanggaan. Saya dan tentu semua masyarakat di sini sangat bahagia, dan sangat berterima kasih kepada Pak Bobby Nasution," kata Sudirman Sitompul.

Meski proses pengaspalan belum sepenuhnya selesai, menurut Sudirman, manfaatnya sudah sangat terasa.

Jalan yang sebelumnya dipenuhi lubang kini telah diratakan sehingga waktu tempuh menuju Gunungtua menjadi jauh lebih singkat.

"Belum lagi diaspal, masih sirtu yang dekat sini, kalau Hutaimbaru sudah. Itupun dampaknya sudah luar biasa, 2 jam kurang lah ke Gunungtua. Kalau dah selesai aspalnya mungkin 1 jam dapat," tambahnya.

Selain memperbaiki ruas Hutaimbaru-Sipiongot, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengerjakan peningkatan jalan Sipiongot–Batas Tapanuli Selatan (Tolang) sepanjang 12 kilometer serta ruas Sipiongot–Batas Labuhanbatu sepanjang 16 kilometer.

Seluruh proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Tapanuli.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Nobar Piala Dunia di CFD Kesawan, Rico Waas Ajak Warga Medan Semakin Gemar Berolahraga
Prabowo: Saya Butuh Jumpa dengan Orang-Orang Pintar
Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 250 Perusahaan, Lebih dari 200 Entitas Sudah Ditutup
Prabowo: Jangankan Profesor, Usul Anak Desa Lewat TikTok Pun Saya Tindak Lanjuti
Kenapa Pemerintah Hentikan Ekspor Batu Bara? Ini Penjelasan Bahlil Lahadalia
Fenomena Kumpul Kebo Makin Dianggap Wajar, Peneliti BRIN Ungkap Dampaknya bagi Perempuan dan Anak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru