BREAKING NEWS
Senin, 29 Juni 2026

Rupiah Menguat ke Rp17.851 per Dolar AS, Optimisme Ekonomi RI Kembali Dongkrak Kepercayaan Pasar

Nurul - Senin, 29 Juni 2026 16:48 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.851 per Dolar AS, Optimisme Ekonomi RI Kembali Dongkrak Kepercayaan Pasar
ilustrasi - Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin (29/6/2026). (Foto: Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA– Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (29/6/2026). Mata uang Garuda terapresiasi 71 poin atau 0,40 persen ke level Rp17.851 per dolar AS, didorong oleh sentimen positif dari dalam negeri yang meningkatkan optimisme pelaku pasar.

Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelaku pasar saat ini tengah mencermati sejumlah indikator ekonomi yang akan dirilis pada awal Juli, seperti data neraca perdagangan dan tingkat inflasi Indonesia. Kedua indikator tersebut dinilai akan menjadi acuan penting dalam menentukan arah pergerakan rupiah ke depan.

Selain itu, rencana restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang digagas pemerintah turut memberikan sentimen positif. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan rencana penyederhanaan jumlah BUMN dari sekitar 1.000 perusahaan menjadi sekitar 250 perusahaan guna meningkatkan efisiensi dan memperkuat kinerja perusahaan pelat merah.

Baca Juga:

Sentimen positif lainnya datang dari keputusan pemerintah yang tidak mengambil tawaran pendanaan sebesar 30 miliar dolar AS dari Dana Moneter Internasional (IMF). Langkah tersebut dinilai mencerminkan keyakinan pemerintah terhadap fundamental ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan global.

"Keputusan ini memberikan sinyal positif kepada pelaku pasar bahwa pemerintah optimistis terhadap kekuatan ekonomi domestik," ujar Ibrahim.

Di sisi lain, pemerintah juga akan menempatkan kembali dana sebesar Rp281 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melalui Bank Indonesia. Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat likuiditas perbankan agar penyaluran kredit kepada dunia usaha dan masyarakat tetap terjaga.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dana siaga hingga Rp100 triliun yang dapat digunakan untuk menjaga stabilitas sektor perbankan apabila diperlukan.

Meski demikian, pergerakan rupiah masih dibayangi sentimen eksternal. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan pada akhir pekan lalu. Kondisi tersebut sempat memicu kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas ekonomi global.

Dari sisi kebijakan moneter global, sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) kembali menyampaikan pernyataan bernada hawkish terkait suku bunga. Sikap tersebut membuat pelaku pasar tetap mewaspadai arah kebijakan moneter Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar di pasar global.

Meski masih menghadapi tantangan eksternal, penguatan rupiah pada penutupan perdagangan hari ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.* (k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.868 per Dolar AS, Pasar Masih Waspadai Ketegangan Iran-AS
Profil Ginka Febriyanti Ginting, Relawan Prabowo-Gibran yang Kini Jadi Komisaris Pertamina Retail
Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 250 Perusahaan, Lebih dari 200 Entitas Sudah Ditutup
Dolar AS Nyaris Rp18.000! Rupiah Kembali Tertekan di Perdagangan Pagi
Rupiah Melemah ke Rp17.967 per Dolar AS, Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Prabowo Bongkar Fakta 240 BUMN Merugi, Ditutup demi Selamatkan Triliunan Rupiah Uang Negara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru