Pemerintah Siapkan CNG 3 Kg, Harganya Disebut Setara LPG Subsidi
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) tabung 3
EKONOMI
JAKARTA– Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (29/6/2026). Mata uang Garuda terapresiasi 71 poin atau 0,40 persen ke level Rp17.851 per dolar AS, didorong oleh sentimen positif dari dalam negeri yang meningkatkan optimisme pelaku pasar.
Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelaku pasar saat ini tengah mencermati sejumlah indikator ekonomi yang akan dirilis pada awal Juli, seperti data neraca perdagangan dan tingkat inflasi Indonesia. Kedua indikator tersebut dinilai akan menjadi acuan penting dalam menentukan arah pergerakan rupiah ke depan.
Selain itu, rencana restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang digagas pemerintah turut memberikan sentimen positif. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan rencana penyederhanaan jumlah BUMN dari sekitar 1.000 perusahaan menjadi sekitar 250 perusahaan guna meningkatkan efisiensi dan memperkuat kinerja perusahaan pelat merah.Baca Juga:
Sentimen positif lainnya datang dari keputusan pemerintah yang tidak mengambil tawaran pendanaan sebesar 30 miliar dolar AS dari Dana Moneter Internasional (IMF). Langkah tersebut dinilai mencerminkan keyakinan pemerintah terhadap fundamental ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan global.
"Keputusan ini memberikan sinyal positif kepada pelaku pasar bahwa pemerintah optimistis terhadap kekuatan ekonomi domestik," ujar Ibrahim.
Di sisi lain, pemerintah juga akan menempatkan kembali dana sebesar Rp281 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melalui Bank Indonesia. Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat likuiditas perbankan agar penyaluran kredit kepada dunia usaha dan masyarakat tetap terjaga.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dana siaga hingga Rp100 triliun yang dapat digunakan untuk menjaga stabilitas sektor perbankan apabila diperlukan.
Meski demikian, pergerakan rupiah masih dibayangi sentimen eksternal. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan pada akhir pekan lalu. Kondisi tersebut sempat memicu kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas ekonomi global.
Dari sisi kebijakan moneter global, sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) kembali menyampaikan pernyataan bernada hawkish terkait suku bunga. Sikap tersebut membuat pelaku pasar tetap mewaspadai arah kebijakan moneter Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar di pasar global.
Meski masih menghadapi tantangan eksternal, penguatan rupiah pada penutupan perdagangan hari ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.* (k/dh)
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) tabung 3
EKONOMI
DELI SERDANG Aksi pencurian besi kembali terjadi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kali ini, pagar besi Monumen DR TD Pardede d
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengungkapkan revisi UndangUndang Hak Asasi Manusia (RUU HAM) akan memperkuat kewe
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, menanggapi santai sorotan publik terkait prosesi adat yang memperlihatkan Presiden
POLITIK
JAKARTA Sidang praperadilan yang diajukan Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026), diwarnai insiden yang diseb
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Fakta baru kembali mencuat dalam sidang dugaan korupsi pengadaan Papan Tulis Interaktif (Smartboard) pada Dinas Pendidikan Kabupat
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Anggota DPRD Kota Binjai Fraksi PDI Perjuangan, Arif Jaka Sona, resmi dilantik sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjua
POLITIK
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan segera melakukan pertemuan dengan pihak Meta menyusul meningkatnya temuan kome
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi mengenai dugaan dua desa di I
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah mulai menggulirkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun pada semester II 2026. Kebijakan yang mulai berlaku
NASIONAL