BREAKING NEWS
Kamis, 02 Juli 2026

IHSG Ditutup Menguat 0,87 Persen ke Level 5.744, Saham Perbankan Jadi Penopang

Nurul - Kamis, 02 Juli 2026 17:23 WIB
IHSG Ditutup Menguat 0,87 Persen ke Level 5.744, Saham Perbankan Jadi Penopang
IHSG berhasil mempertahankan penguatannya hingga penutupan perdagangan Kamis (2/7/2026). (Foto: Tangkapan Layar Goolge/IDX: COMPOSITE)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan penguatannya hingga penutupan perdagangan Kamis (2/7/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 49,44 poin atau 0,87 persen ke level 5.744,55, melanjutkan tren positif setelah sehari sebelumnya juga berakhir di zona hijau.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 5.695 hingga 5.766 sebelum akhirnya ditutup di level 5.744,55. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai sekitar Rp9.984 triliun.

Aktivitas perdagangan saham berlangsung cukup aktif. Volume transaksi mencapai sekitar 20,30 miliar saham dengan frekuensi 1,51 juta kali transaksi dan nilai perdagangan sekitar Rp10,9 triliun.

Baca Juga:

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 395 saham menguat, 219 saham melemah, dan 169 saham lainnya ditutup stagnan.

Indeks LQ45 juga mencatatkan performa positif dengan kenaikan 1,56 persen ke level 565,49, didorong oleh penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Saham-saham sektor perbankan masih mendominasi nilai transaksi tertinggi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi emiten dengan nilai transaksi terbesar mencapai Rp984,19 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp838,83 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp768,12 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp711,50 miliar, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp585,06 miliar.

Sementara itu, dari sisi volume perdagangan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi yang paling aktif diperdagangkan, diikuti PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Penguatan IHSG ditopang mayoritas sektor yang berakhir di zona hijau. Sektor perindustrian memimpin dengan kenaikan 2,97 persen, diikuti sektor transportasi 2,22 persen, sektor barang baku 2,16 persen, sektor barang konsumer nonprimer 1,78 persen, serta sektor properti dan real estat yang naik 1,04 persen.

Selain itu, sektor teknologi menguat 0,81 persen, sektor keuangan naik 0,72 persen, sektor energi bertambah 0,13 persen, dan sektor infrastruktur menguat tipis 0,03 persen. Sebaliknya, sektor kesehatan turun 0,47 persen dan sektor barang konsumer primer melemah 0,32 persen.

Di kelompok saham unggulan LQ45, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi salah satu motor penggerak IHSG setelah melonjak 8,70 persen ke level Rp1.500 per saham. Kenaikan juga dicatatkan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sebesar 7,19 persen, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) 6,85 persen, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 5,75 persen, serta PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang menguat 4,50 persen.

Sebaliknya, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menjadi emiten LQ45 dengan pelemahan terdalam setelah turun 3,71 persen. Disusul PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang melemah 2,61 persen, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun 1,89 persen, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terkoreksi 0,87 persen, serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang turun 0,85 persen.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa berlangsung bervariasi. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,76 persen dan S&P/ASX 200 Australia menguat tipis 0,02 persen. Sementara itu, Nikkei 225 Jepang turun 2,47 persen, Shanghai Composite melemah 2,03 persen, Asia Dow terkoreksi 1,04 persen, dan KOSPI Korea Selatan merosot 7,89 persen.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah ke level Rp17.995 per dolar AS atau turun 0,25 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.952 per dolar AS. Pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap potensi tekanan inflasi, termasuk dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi terhadap prospek ekonomi domestik.* (k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Ditutup Menguat ke Level 5.695, Asing Masih Lepas Saham Rp548 Miliar
IHSG Naik 0,61 Persen ke Level 5.677 di Awal Juli, Ini Saham Penggerak Utamanya
Viral IHSG Dikaitkan dengan Pidato Prabowo, OJK Pilih 'No Comment'
IHSG Ambruk 3 Persen ke Level 5.643, 599 Saham Berguguran di Akhir Perdagangan
Zona Merah Lagi! IHSG Dibuka Melemah 0,66 Persen ke Level 5.782
IHSG Terpuruk ke Level 5.820, Tekanan Jual Seret Bursa RI Meski Rupiah Menguat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru