BREAKING NEWS
Sabtu, 04 Juli 2026

Harga Semen Melonjak hingga Rp90 Ribu di Asahan-Tanjungbalai, Pengamat Minta Pemerintah Turun Tangan

Dharma - Sabtu, 04 Juli 2026 20:48 WIB
Harga Semen Melonjak hingga Rp90 Ribu di Asahan-Tanjungbalai, Pengamat Minta Pemerintah Turun Tangan
Kelangkaan semen dan besi mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KISARAN Kelangkaan semen dan besi mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga bahan bangunan yang dinilai berpotensi menghambat berbagai proyek pembangunan maupun kebutuhan masyarakat.

Ketua Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Ardin Grup, Suyono, mengatakan kelangkaan material konstruksi telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, tingginya permintaan diduga dipicu oleh banyaknya proyek yang berjalan secara bersamaan sehingga pasokan di daerah tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar.

"Kelangkaan memang terjadi beberapa bulan terakhir. Kami menduga karena adanya proyek berskala nasional yang datang secara mendadak dan serentak di sejumlah daerah, sehingga pasokan yang tersedia tidak mampu memenuhi permintaan," ujar Suyono, Sabtu (4/7/2026).

Baca Juga:

Ia juga menduga pelaksanaan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) turut meningkatkan kebutuhan bahan bangunan karena pembangunan dilakukan dalam waktu yang hampir bersamaan di berbagai daerah.

Menurutnya, meningkatnya permintaan tanpa diikuti penambahan stok menyebabkan harga semen dan besi mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

"Permintaan meningkat, sementara stok tidak bertambah. Akibatnya terjadi kelangkaan dan harga naik. Itu memang hukum ekonomi," katanya.

Suyono menilai kondisi tersebut bukan dipengaruhi faktor global, melainkan persoalan distribusi dan pasokan dalam negeri. Sebab, semen maupun besi merupakan produk yang diproduksi di Indonesia.

Karena itu, ia meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk menjamin ketersediaan pasokan sekaligus mengawasi distribusi agar tidak dimanfaatkan oleh oknum yang mencari keuntungan di tengah kelangkaan.

"Harus ada aturan agar pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi seperti ini tidak bisa memainkan harga di pasaran," ujarnya.

Ia mengingatkan, lonjakan harga bahan bangunan berpotensi berdampak terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur maupun fasilitas pelayanan publik.

Menurutnya, proyek pembangunan sekolah, fasilitas kesehatan, hingga pembangunan jalan dapat mengalami perlambatan apabila harga material terus meningkat dan pasokan tetap terbatas.

Selain itu, pemerintah juga didorong menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta memperketat pengawasan distribusi semen dan besi agar harga di pasaran tetap terkendali.

"Kalau distribusi tidak diawasi, spekulan bisa memanfaatkan situasi kelangkaan untuk menaikkan harga. Yang dirugikan nantinya masyarakat dan para pelaku usaha konstruksi," katanya.

Harga sejumlah merek semen mengalami kenaikan cukup tajam. Semen Tiga Roda yang sebelumnya dijual sekitar Rp68 ribu hingga Rp70 ribu per sak kini mencapai sekitar Rp90 ribu. Sementara semen Garuda naik dari sekitar Rp50 ribu menjadi Rp80 ribu per sak, sedangkan semen Merah Putih meningkat dari kisaran Rp55 ribu menjadi Rp80 ribu per sak.* (tm/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Asahan Hadiri Pembukaan PRSU ke-50, Siap Promosikan Potensi Unggulan Daerah dan Investasi
Kenakan Busana Adat Melayu, Wali Kota Tanjungbalai Meriahkan Karnaval Budaya Nusantara APEKSI XVIII di Medan
Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Penutupan Rakernas APEKSI XVIII, Dorong Kolaborasi Bangun Kota Tangguh dan Modern
Viral di Langkat, Maling Dipaksa Pikul AC Curian Sejauh 2 Kilometer ke Rumah Korban
Pemko Tanjungbalai Raih Penghargaan E-Kinerja Tertinggi Kanreg VI BKN, Wali Kota Terima Piagam dari Kepala BKN RI
Bupati Asahan Hadiri Peringatan HUT Ke-26 APKASI di Deli Serdang, Tegaskan Komitmen Bangun Daerah Lewat Kolaborasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru