BREAKING NEWS
Minggu, 25 Oktober 2026

Aceh Kebut Pemulihan 57 Ribu Hektare Sawah Pascabencana, Bantuan Kementan Tembus Rp515 Miliar

T.Jamaluddin - Rabu, 22 Juli 2026 12:59 WIB
Aceh Kebut Pemulihan 57 Ribu Hektare Sawah Pascabencana, Bantuan Kementan Tembus Rp515 Miliar
Pemerintah Aceh terus mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh terus mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi. Hingga pertengahan Juli 2026, rehabilitasi dan rekonstruksi sawah terus berjalan di berbagai daerah dengan dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang meningkat menjadi Rp515 miliar.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, menyampaikan bahwa proses pemulihan lahan pertanian yang dikoordinasikan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh menunjukkan hasil yang positif.

Salah satu indikatornya ialah dimulainya kembali gerakan tanam padi di lahan yang telah selesai dipulihkan pascabencana. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di Aceh Tamiang dan sebelumnya juga digelar di Kabupaten Bireuen serta sejumlah wilayah lain yang terdampak.

Baca Juga:

Menurut Nurlis, keberhasilan pelaksanaan program turut berdampak pada meningkatnya dukungan pemerintah pusat. Jika pada tahap pertama bantuan Kementan mencapai Rp380 miliar, kini pada tahap kedua nilainya bertambah menjadi Rp515 miliar untuk mempercepat rehabilitasi lahan dan pembangunan infrastruktur pertanian.

Pelaksana Tugas Kepala Distanbun Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, menjelaskan bencana hidrometeorologi telah berdampak pada sekitar 57.485 hektare lahan sawah. Dari jumlah tersebut, 27.437 hektare mengalami kerusakan ringan, 13.651 hektare rusak sedang, 16.276 hektare rusak berat, dan sekitar 120 hektare dinyatakan hilang.

Ia mengatakan hingga kini proses optimasi lahan dan rehabilitasi telah menjangkau sekitar 40.852 hektare. Sementara sekitar 16.633 hektare lahan yang mengalami kerusakan berat dan sawah yang hilang masih menjadi prioritas penanganan berikutnya.

Selain rehabilitasi lahan, pemerintah juga membangun berbagai sarana pendukung seperti irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, bangunan konservasi, jaringan irigasi tersier hingga jalan usaha tani di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh.

Gubernur Mualem juga menginstruksikan jajaran Distanbun Aceh untuk terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Satgas PRR Kemendagri, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan agar seluruh program berjalan sesuai target.

Pemerintah Aceh berharap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian tidak hanya mampu memulihkan sawah yang terdampak bencana, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani di seluruh wilayah Aceh.

Berdasarkan data Distanbun Aceh, hingga 21 Juli 2026 realisasi keuangan seluruh program rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur pertanian telah mencapai 48,48 persen.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Aceh Percepat Realisasi TKD Rp824,9 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana
Satgas PRR Kawal Pembangunan Jembatan Permanen, Akses Warga Simalungun Segera Pulih
Satgas PRR Serahkan Huntap bagi Penyintas Bencana di Sumbar, Percepat Pemulihan Pascabencana
Satgas PRR Mulai Bangun Huntap untuk 1.133 Penyintas Bencana di Padangsidimpuan
Kementan Akui Program MBG Bikin Harga Ayam dan Telur Anjlok, Pemerintah Tetapkan Harga Minimum Mulai 15 Juli 2026
Sekda Aceh Pacu Rehabilitasi Sawah di Aceh Timur, Targetkan Petani Kembali Tanam Juli Ini
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru