Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (27/7/2026). Mata uang Garuda turun 46 poin atau sekitar 0,26 persen ke level Rp18.009 per dolar AS di tengah meningkatnya sentimen pasar, termasuk kabar pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI).
Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang membuat pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.
Dari faktor global, pasar masih mencermati perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah. Meski Amerika Serikat menghentikan serangan terhadap Iran untuk membuka ruang diplomasi, pelaku pasar masih menilai situasi kawasan belum sepenuhnya stabil.
Baca Juga:
Selain itu, harapan terhadap proses negosiasi damai yang melibatkan China turut memberikan sentimen positif bagi pasar. Namun, gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb masih menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi pasokan minyak dunia.
Di sisi lain, ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) juga masih membayangi pergerakan mata uang global. Pelaku pasar memperkirakan The Fed tetap mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat, meski peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya masih terbuka.
Sementara dari dalam negeri, pasar merespons perkembangan terkait pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia. Kabar tersebut dinilai menambah tekanan terhadap rupiah yang sebelumnya sudah berada dalam tren pelemahan akibat ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Ibrahim, stabilitas nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh persepsi pasar terhadap independensi Bank Indonesia dalam menjalankan kebijakan moneter di tengah dinamika ekonomi nasional.
Selain itu, ia menilai kondisi fiskal Indonesia tetap perlu dicermati. Rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tidak cukup dinilai hanya dari besaran persentasenya, tetapi juga harus mempertimbangkan kemampuan pemerintah memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang.
Untuk perdagangan berikutnya, Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah masih bergerak fluktuatif dengan potensi berada pada kisaran Rp18.010 hingga Rp18.060 per dolar AS seiring pelaku pasar menunggu perkembangan sentimen global maupun domestik.* (oz/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.