Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Menurutnya, peningkatan tensi geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar valuta asing.
Serangan Iran terhadap pasukan Amerika Serikat disebut turut memicu kenaikan harga minyak mentah dunia.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset perlindungan ketika pasar menghadapi ketidakpastian.
"Pergantian kepemimpinan bank sentral dinilai meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan, sehingga mendorong investor untuk lebih berhati-hati dalam menempatkan dana di aset berdenominasi rupiah," ujar Lukman, Rabu (29/7/2026).
Kenaikan harga minyak juga menjadi perhatian karena Indonesia masih memiliki kebutuhan impor minyak.
Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap transaksi berjalan dan berdampak pada nilai tukar rupiah.
Selain faktor eksternal, pasar juga masih mencermati kondisi dalam negeri, terutama setelah adanya pengunduran diri Gubernur BankBank Indonesia.
Pergantian kepemimpinan bank sentral dinilai dapat meningkatkan kehati-hatian investor dalam mengambil keputusan, terutama terkait penempatan dana pada aset yang menggunakan mata uang rupiah.
Dengan kombinasi tekanan global dan domestik tersebut, rupiah diperkirakan masih bergerak melemah pada perdagangan hari ini dengan kisaran Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS.
Pergerakan rupiah selanjutnya akan sangat dipengaruhi perkembangan konflik geopolitik global, harga komoditas energi, serta sentimen investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia.* (bi/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.