Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (31/7/2026) dengan catatan positif.
Indeks saham utama Indonesia bergerak di zona hijau seiring mayoritas saham mengalami penguatan, termasuk sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBRI dan BREN.
Mengutip data IDX Mobile pada pukul 09.02 WIB, IHSG tercatat naik 0,51 persen atau bertambah 31,43 poin ke level 6.217,79.
Baca Juga:
Pada pembukaan perdagangan, sebanyak 357 saham mengalami kenaikan harga, sementara 126 saham bergerak melemah dan 480 saham lainnya belum mengalami perubahan.
Aktivitas transaksi pagi ini mencapai 1,53 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp647,5 miliar.
Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat berada di level Rp10.876 triliun.
Sejumlah saham unggulan atau big caps menjadi penggerak utama indeks.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI tercatat naik 0,67 persen ke posisi Rp3.010.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga menguat 1,85 persen menjadi Rp3.310.
Selain itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI naik 0,48 persen ke Rp4.180.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) meningkat 2,01 persen ke Rp4.060.
Penguatan juga terjadi pada saham Astra International (ASII) yang naik 2,02 persen ke Rp5.050.
Kemudian, saham Chandra Asri Pacific (TPIA) menguat 2,37 persen ke Rp2.160, Barito Pacific (BRPT) naik 1,96 persen ke Rp1.825, DSSA tumbuh 2,98 persen ke Rp865, BBNI naik 0,28 persen ke Rp3.560, serta PANI menguat 1,20 persen ke Rp6.300.
Namun, tidak seluruh saham unggulan bergerak positif.
Saham Bank Central Asia (BBCA) mengalami koreksi 1,16 persen ke Rp6.375.
Sementara saham Telkom Indonesia (TLKM) turun 1,12 persen ke Rp2.640.
Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (30/7/2026), IHSG berhasil ditutup menguat 1,56 persen ke level 6.186,36.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih memiliki peluang melanjutkan penguatan, meski investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko pasar.
Nafan menyebut IHSG berpotensi bergerak dalam area support 6.031 dan 6.130, dengan area resistance berada di level 6.254 hingga 6.356.
"Secara teknikal, pergerakan IHSG berhasil mengalami recovery dari MA20 maupun wave 2. Selain itu, pola upward bar terbentuk yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation," kata Nafan, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, sentimen pasar masih cukup positif, meskipun volatilitas diperkirakan tetap tinggi karena investor tengah memperhatikan perkembangan suku bunga global, imbal hasil obligasi Amerika Serikat, pelemahan nilai tukar rupiah, serta persiapan menjelang rebalancing indeks MSCI Agustus 2026.
Dari pasar global, investor mendapat sentimen positif setelah laporan kinerja keuangan Microsoft melampaui ekspektasi pasar.
Kondisi tersebut kembali meningkatkan optimisme terhadap sektor teknologi, khususnya perkembangan Artificial Intelligence (AI).
Nafan menilai investor mulai melihat bahwa investasi AI memiliki peluang menghasilkan keuntungan melalui pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan.
Dari dalam negeri, memasuki akhir Juli 2026, perdagangan saham juga diperkirakan akan dipengaruhi oleh aksi penyesuaian portofolio investor serta perubahan aliran dana pasif dari manajer investasi menjelang perubahan konstituen indeks BEI yang berlaku pada 3 Agustus 2026.
"Di sisi lain, ekspektasi terhadap penantian publikasi kinerja keuangan berbagai emiten sepanjang semester I-2026 bisa memberikan peluang aksi bargain hunting pada saham yang memiliki fundamental solid," tandasnya.
Pergerakan IHSG tetap menjadi perhatian investor karena mencerminkan kondisi pasar modal Indonesia.
Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan risiko dan analisis masing-masing investor.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham.
Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.* (bi/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.