BREAKING NEWS
Sabtu, 01 Agustus 2026

Kadin Ungkap Isi Pertemuan Tertutup dengan Prabowo, Ini yang Dibahas

Dharma - Sabtu, 01 Agustus 2026 10:07 WIB
Kadin Ungkap Isi Pertemuan Tertutup dengan Prabowo, Ini yang Dibahas
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie usai pertemuan tertutup antara Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan Kadin se-Indonesia serta sejumlah asosiasi pengusaha di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengungkapkan isi pembicaraan dalam pertemuan tertutup antara Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan Kadin se-Indonesia serta sejumlah asosiasi pengusaha di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari kinerja ekspor nasional, perubahan rantai pasok global, hingga peluang memperkuat investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Anindya menjelaskan, salah satu pembahasan utama adalah struktur ekspor Indonesia yang saat ini mencapai sekitar 300 miliar dolar Amerika Serikat.

Baca Juga:

Menurutnya, sebagian besar perhatian selama ini masih tertuju pada komoditas unggulan seperti batu bara, minyak kelapa sawit, baja, dan nikel.

"Jadi saya akan gambarkan, bahwa tadi kita bicara bahwa Indonesia itu ekspor sekitar 300 miliar dollar, di mana sekitar 60 miliar dollar-nya itu yang sering dibicarakan dalam konteks batu bara, minyak kelapa sawit, sampai kepada steel. Nikel misalnya," ujar Anindya.

Ia menambahkan, masih terdapat sekitar 250 miliar dolar AS nilai ekspor dari berbagai sektor lain yang dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

"Nah sisanya 250 miliar dollar itu yang tadi kita ingin runut satu per satu agar supaya kita siap melihat adanya perubahan rantai global ini," sambungnya.

Selain membahas ekspor, pertemuan juga menyinggung posisi Indonesia di tengah dinamika ekonomi dunia.

Anindya menyebut Presiden Prabowo terus membangun hubungan baik dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan China, melalui kebijakan politik luar negeri yang tetap mengedepankan prinsip bebas aktif.

Menurut Anindya, pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga peluang perdagangan dan investasi Indonesia di tengah perubahan peta ekonomi global.

"Dan ini kami terapkan juga dalam ekonomi sehingga kami sangat aktif baik di ASEAN, di G20, di BRICS, lalu di APEC," kata Anindya.

Ia menjelaskan, keikutsertaan Kadin dalam berbagai forum internasional tidak hanya bertujuan memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas.

"Karena kalau kita bisa berdagang lebih, tentu efeknya kepada investasi, efeknya kepada industrialisasi yang ujungnya lapangan kerja. Dan memang itulah esensi daripada Kadin," imbuhnya.

Pertemuan antara Presiden Prabowo dan jajaran Kadin tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus mendorong pertumbuhan investasi, industrialisasi, dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.* (km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga BBM Pertamina Turun Mulai 1 Agustus 2026, Bisa Tambah Hemat Lewat Promo MyPertamina!
Prabowo Usul Masyarakat Kembali Gunakan Atap Ijuk dan Rumbia, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?
Istana Buka Suara soal Istilah "Londo Ireng" yang Disebut Prabowo
Membaca Survei, Belajar dari Jokowi
IHSG Naik Tipis 0,64 Persen Sepekan! Dana Asing Masuk Rp7,1 Triliun, BBRI Jadi Penopang Utama
Butuh Tambahan Modal UMKM? Intip Simulasi Cicilan KUR BCA Rp100 Juta Tenor Hingga 5 Tahun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru