BREAKING NEWS
Kamis, 06 Agustus 2026

Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, tapi DPR Ingatkan Ini Cuma 'Panas-panas Musiman'

Johan - Kamis, 06 Agustus 2026 11:51 WIB
Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, tapi DPR Ingatkan Ini Cuma 'Panas-panas Musiman'
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah. (Foto: Dok. EMedia DPR RI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Pada saat yang sama, investasi yang tercermin dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,87 persen, sedangkan ekspor meningkat 4,13 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,9 persen pada triwulan I 2026.

Selain pertumbuhan ekonomi, Said turut menyoroti kondisi ketenagakerjaan. Ia menjelaskan, jumlah pekerja formal meningkat dari 59,93 juta orang pada Februari 2026 menjadi 60,31 juta orang atau sekitar 40,7 persen pada Mei 2026. Sementara itu, jumlah pekerja informal naik dari 87,74 juta orang menjadi 87,88 juta orang atau sekitar 59,3 persen pada periode yang sama.

"Meskipun daya tampung pekerja formal meningkat, pencapaian ini belum mengubah proporsi pekerja formal dan informal secara signifikan dibandingkan 2025," ujar Said.

Ia mengungkapkan, pada November 2025 proporsi pekerja formal mencapai 42,3 persen, sedangkan pekerja informal sebesar 57,7 persen.

"Artinya, dalam satu semester ini proporsi tenaga kerja informal meningkat 1,6 persen dibandingkan akhir tahun lalu, sedangkan proporsi pekerja formal turun 1,6 persen," kata Said.

Menurut dia, tantangan pemerintah ke depan adalah memperbesar penyerapan tenaga kerja formal melalui perbaikan iklim usaha di sektor industri dan perdagangan serta peningkatan akses pendidikan tinggi.

Ia juga menilai tingginya proporsi pekerja informal turut berkontribusi terhadap meningkatnya ketimpangan. Berdasarkan data BPS, rasio gini pada Maret 2026 naik menjadi 0,368 dari 0,363 pada September 2025. Di wilayah perkotaan, angkanya meningkat dari 0,383 menjadi 0,387.

Menurut Said, kondisi tersebut menunjukkan pekerja formal relatif lebih terlindungi karena didukung berbagai program jaminan sosial, sedangkan pekerja informal lebih rentan menghadapi kenaikan biaya transportasi, pendidikan, kesehatan, dan bahan makanan.

"Saya berharap ada program afirmasi dari pemerintah untuk memberikan berbagai program jaminan sosial, terkhusus ditujukan kepada para pekerja informal, seperti beasiswa, kemudahan akses Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), hingga perluasan lapangan kerja," imbuhnya.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BPS: Pengangguran di Sumut Naik Jadi 411 Ribu Orang pada Mei 2026
Jumlah Warga Miskin Aceh Bertambah 10,4 Ribu Orang Pasca Bencana, BPS Ungkap Penyebabnya
Ekonomi Sumatera Utara Tumbuh 5,06 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
BPS: Jumlah Penduduk Miskin dan Pengangguran di Indonesia Turun
Pengangguran RI Turun Tipis Jadi 7,22 Juta, tapi Pekerja Informal Justru Makin Membengkak
Kemiskinan RI Turun Jadi 22,93 Juta Orang, tapi Kesenjangan Desa-Kota Justru Melebar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru