DPR Desak Polisi Bongkar Kasus 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Diduga Langgar UU Darurat
JAKARTA Komisi III DPR RI mendesak kepolisian mengusut tuntas penemuan 995 pucuk senjata, amunisi, serta barang bukti lain di sebuah sek
NASIONAL
JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (7/8/2026). Mata uang Garuda berada di level Rp17.941 per dolar AS atau turun 18 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp17.923 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.12 WIB, pelemahan rupiah terjadi setelah sehari sebelumnya sempat mencatat penguatan terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di kisaran Rp17.914 per dolar AS pada waktu yang sama. Posisi tersebut masih lebih baik dibandingkan pembukaan perdagangan sehari sebelumnya di level Rp17.932 per dolar AS.Baca Juga:
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.920 hingga Rp17.970 per dolar AS.
Menurut Ibrahim, pergerakan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik. Dari eksternal, penurunan harga energi membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap langkah lanjutan kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September berada di sekitar 55 persen, turun dari 67 persen dalam dua hari sebelumnya. Investor juga masih menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, terutama laporan Nonfarm Payrolls (NFP), yang dinilai menjadi indikator penting arah kebijakan moneter The Fed.
Di sisi lain, laporan ADP National Employment menunjukkan perekrutan tenaga kerja sektor swasta di Amerika Serikat melambat sepanjang Juli, sehingga perhatian pasar kini tertuju pada data tenaga kerja resmi yang akan diumumkan pada Jumat.
Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen menjadi sentimen positif bagi pasar. Meski sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, angka tersebut masih melampaui ekspektasi sehingga pertumbuhan ekonomi semester I 2026 tercatat mencapai 5,45 persen.
Selain data ekonomi, pelaku pasar juga menantikan hasil peninjauan indeks MSCI serta pengumuman FTSE Russell yang dijadwalkan berlangsung pada 10–14 Agustus 2026. Kedua agenda tersebut diperkirakan akan turut memengaruhi pergerakan pasar keuangan, termasuk nilai tukar rupiah.* (mt/dh)
JAKARTA Komisi III DPR RI mendesak kepolisian mengusut tuntas penemuan 995 pucuk senjata, amunisi, serta barang bukti lain di sebuah sek
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua KomisiWakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai dugaan pencatutan nama Presiden Prabowo Subianto dalam
POLITIK
JAKARTA Pihak mantan Ketua Yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, akhirnya buka suara terkait temuan 995 pucuk senjat
NASIONAL
JAKARTA Wacana penerapan hukuman mati bagi koruptor kembali menuai perdebatan. Sejumlah aktivis hak asasi manusia (HAM) menolak usulan t
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah memberikan kemudahan bagi pesantren dan sekolah berbasis keagamaan berasrama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendesak Polda Sumatera Utara mengusut secara tuntas dan transparan kasus meninggalnya WL
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi berbagai hasil riset dan inovasi yang dipamerkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menjajal langsung ketahanan genteng komposit hasil inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saa
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) tengah menelusuri dugaan pelanggaran etik terkait komentar bernada tidak berempati yang dilakuk
NASIONAL
JAKARTA Polres Metro Jakarta Selatan terus menyelidiki temuan ratusan senjata di salah satu yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pin
HUKUM DAN KRIMINAL