DPR Desak Polisi Bongkar Kasus 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Diduga Langgar UU Darurat
JAKARTA Komisi III DPR RI mendesak kepolisian mengusut tuntas penemuan 995 pucuk senjata, amunisi, serta barang bukti lain di sebuah sek
NASIONAL
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menjajal langsung ketahanan genteng komposit hasil inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat menghadiri pameran hasil riset yang dipresentasikan 150 peneliti BRIN di Istana Negara, Kamis (7/8/2026). Genteng berbahan komposit biomassa itu tetap utuh meski dibanting ke lantai dan diinjak beberapa kali.
Momen tersebut terjadi ketika Presiden Prabowo mengunjungi salah satu stan pameran inovasi BRIN. Peneliti BRIN, Sukma Surya Kusumah, mempersilakan Presiden menguji langsung kekuatan genteng yang dikembangkan dari campuran biomassa, termasuk sabut kelapa.
"Bisa dilempar Pak. Kalau diinjak juga silakan Pak," ujar Sukma saat memperkenalkan produknya.Baca Juga:
Prabowo kemudian membanting genteng berwarna hitam kecokelatan itu ke lantai sebelum menginjaknya beberapa kali. Hasilnya, genteng tetap dalam kondisi utuh tanpa mengalami kerusakan.
"Nah tuh, tidak pecah," kata Sukma usai melihat hasil pengujian langsung oleh Presiden.
Selain menunjukkan ketahanan produk, Sukma juga memaparkan harga genteng komposit tersebut. Saat ini, biaya produksi masih sekitar Rp26.000 per keping. Namun, menurutnya harga tersebut berpotensi turun apabila diproduksi secara massal.
"Biayanya Rp26.000 per keping. Kalau kapasitas produksinya lebih besar, harganya bisa lebih murah lagi," jelasnya.
Ia memperkirakan harga jual dapat ditekan hingga mendekati Rp10.000 per keping, sehingga lebih kompetitif dengan genteng konvensional yang saat ini dijual sekitar Rp7.000 per keping.
BRIN menjelaskan, genteng komposit biomassa dikembangkan sebagai alternatif material bangunan yang lebih aman dan ramah lingkungan. Produk ini dirancang untuk menggantikan penggunaan material yang berpotensi membahayakan kesehatan, seperti genteng berbahan asbes.
Selain ringan, genteng tersebut juga memiliki daya tahan tinggi. Bobotnya hanya sekitar 4 kilogram per meter persegi, jauh lebih ringan dibandingkan genteng tanah liat yang mencapai sekitar 32 kilogram per meter persegi. Meski demikian, material ini diklaim mampu menopang beban hingga sekitar 50 kilogram sehingga aman diinjak saat proses perawatan atap.
Tak hanya itu, genteng komposit BRIN juga memiliki ketahanan terhadap air, lebih tahan terhadap api karena laju pembakarannya lebih lambat, serta masuk dalam kategori material bangunan ramah lingkungan yang mendukung pengembangan konstruksi berkelanjutan di Indonesia.* (k/dh)
JAKARTA Komisi III DPR RI mendesak kepolisian mengusut tuntas penemuan 995 pucuk senjata, amunisi, serta barang bukti lain di sebuah sek
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua KomisiWakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai dugaan pencatutan nama Presiden Prabowo Subianto dalam
POLITIK
JAKARTA Pihak mantan Ketua Yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, akhirnya buka suara terkait temuan 995 pucuk senjat
NASIONAL
JAKARTA Wacana penerapan hukuman mati bagi koruptor kembali menuai perdebatan. Sejumlah aktivis hak asasi manusia (HAM) menolak usulan t
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah memberikan kemudahan bagi pesantren dan sekolah berbasis keagamaan berasrama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendesak Polda Sumatera Utara mengusut secara tuntas dan transparan kasus meninggalnya WL
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi berbagai hasil riset dan inovasi yang dipamerkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menjajal langsung ketahanan genteng komposit hasil inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saa
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) tengah menelusuri dugaan pelanggaran etik terkait komentar bernada tidak berempati yang dilakuk
NASIONAL
JAKARTA Polres Metro Jakarta Selatan terus menyelidiki temuan ratusan senjata di salah satu yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pin
HUKUM DAN KRIMINAL