Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sejumlah perusahaan pembangkit listrik di China masih memiliki cadangan batu bara yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka pendek.
Selain itu, sebagian besar pasokan mereka masih berasal dari kontrak jangka panjang sehingga permintaan di pasar spot belum meningkat secara signifikan.
Di sisi produksi, harga batu bara di tingkat mulut tambang juga terus mengalami kenaikan.
Rendahnya persediaan di kawasan tambang dan pasokan yang masih terbatas membuat biaya produksi tetap tinggi.
Situasi tersebut meningkatkan daya saing batu bara impor, termasuk dari Indonesia dan Australia.
Kenaikan harga domestik di China membuat batu bara impor kembali menjadi pilihan yang lebih kompetitif bagi pembeli di kawasan Asia.
Namun, volume transaksi impor hingga kini masih belum menunjukkan peningkatan yang berarti karena permintaan dari pengguna akhir masih cenderung stabil.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di India. Pemerintah India menyatakan pasokan batu bara domestik masih berada dalam kondisi aman.
Hingga 4 Agustus 2026, pembangkit listrik tenaga termal di negara tersebut memiliki cadangan sekitar 34,55 juta ton batu bara.
Selain itu, Kementerian Batu Bara India mencatat sekitar 113 juta ton batu bara masih tersedia di kawasan tambang maupun dalam proses distribusi.
Dengan total stok sekitar 148 juta ton, cadangan tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan pembangkit listrik selama sekitar 62 hari.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa pasar batu bara global masih dipengaruhi oleh kondisi masing-masing negara.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.