BREAKING NEWS
Sabtu, 08 Agustus 2026

Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Pesisir Aceh, KKP Salurkan Bantuan untuk Nelayan dan Petambak

Raman Krisna - Jumat, 07 Agustus 2026 20:45 WIB
Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Pesisir Aceh, KKP Salurkan Bantuan untuk Nelayan dan Petambak
Satgas PRR menyerahkan bantuan terkaitan kelautan dan perikanan di Aceh Utara. (foto: dok: Satgas PRR)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH Pemerintah terus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pesisir yang terdampak bencana di Aceh.

Melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), berbagai bantuan sektor kelautan dan perikanan mulai disalurkan untuk membantu nelayan, petambak, pembudi daya, hingga pengolah hasil perikanan kembali menjalankan usahanya.

Bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diserahkan kepada masyarakat di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Baca Juga:

Penyaluran bantuan dilakukan di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon, Kamis (6/8/2026), sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan mata pencaharian warga pascabencana.

Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Enggar Sadtopo, mengatakan bantuan tersebut difokuskan untuk menghidupkan kembali aktivitas produksi masyarakat pesisir.

Paket bantuan yang disalurkan meliputi 20 paket peralatan pengolahan ikan, 57 unit cool box, benih udang, serta paket pakan untuk mendukung pemulihan tambak seluas 1.450 hektare di Aceh Utara dan 271 hektare di Lhokseumawe.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan kepada sektor perikanan tangkap dan usaha garam.

Khusus di Aceh Utara, KKP menyerahkan 20 unit mesin kapal berkapasitas 30 PK, 155 unit alat tangkap ikan, serta 171 unit dapur perebusan garam bagi petambak garam yang terdampak bencana.

Tidak hanya bantuan sarana produksi, pemerintah juga mengerahkan delapan unit ekskavator untuk mempercepat rehabilitasi tambak yang rusak di delapan kabupaten dan kota, yaitu Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Utara, Aceh Selatan, Aceh Barat, Pidie Jaya, Aceh Timur, dan Bireuen.

Menurut Enggar, alat berat tersebut akan digunakan untuk memperbaiki saluran air dan kawasan tambak yang mengalami kerusakan akibat bencana.

"Kami harap bantuan ini bisa memulihkan ekonomi dari pembudi daya yang terdampak. Ini juga ada ekskavator, alat yang bisa mempercepat rehabilitasi di saluran tambak terdampak di Aceh Utara," kata Enggar.

Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan pemulihan sekitar 15.000 hektare tambak yang terdampak bencana di Aceh.

Menurutnya, pemulihan sarana produksi sangat penting karena kerusakan tambak dan peralatan usaha membuat masyarakat kehilangan sumber penghasilan.

Karena itu, bantuan tidak hanya ditujukan untuk mengganti fasilitas yang rusak, tetapi juga mempercepat aktivitas ekonomi masyarakat agar kembali berjalan.

Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid berharap seluruh bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama alat berat yang akan digunakan mempercepat rehabilitasi kawasan tambak.

"Terutama harapan kami ekskavator yang kami berikan ini dapat semaksimal mungkin dimanfaatkan, khususnya membersihkan tambak yang terdampak bencana di sektor perikanan," ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam proses pemulihan.

Menurutnya, program dari kementerian dan lembaga harus diselaraskan dengan program pemerintah daerah agar penanganan berjalan efektif, tidak tumpang tindih, serta seluruh bantuan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

"Pemda itu harus memiliki rasa memiliki karena pemda itu yang menerima manfaat dan tanggung jawab ketika serah terima pemanfaatan maupun aset," kata Imran.

Satgas PRR berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan ekonomi di kawasan pesisir Aceh, sehingga nelayan, petambak, dan pelaku usaha perikanan bisa kembali berproduksi serta meningkatkan kesejahteraan setelah terdampak bencana.* (ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BGN Pecat Tidak Hormat 66 Kepala Dapur MBG, Ada yang Terlibat Judol hingga 'Hengki-Pengki'
Satgas PRR Sinkronkan Pemulihan Sawah Rusak Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Prabowo Beri Rapor “Oke” untuk Pemerintahannya, Klaim Banyak Capaian Nyata untuk Rakyat
Prabowo Beri Rapor Memuaskan untuk Bahlil Lahadalia, Sebut Punya DNA Petarung
Prabowo: Bahlil Bisa Bikin Jokowi Tertawa, Orang Solo Itu Susah Ketawa
Prabowo Beri Peringatan ke Kepala Daerah: Jika Tak Mampu Atasi Teriakan Rakyat, Presiden Turun Tangan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru