BREAKING NEWS
Selasa, 11 Agustus 2026

IHSG Menguat 0,3 Persen, Enam Saham Big Caps Naik di Awal Perdagangan

Administrator - Selasa, 11 Agustus 2026 09:35 WIB
IHSG Menguat 0,3 Persen, Enam Saham Big Caps Naik di Awal Perdagangan
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026.

Penguatan indeks ditopang sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps, seperti AMMN, TPIA, dan TLKM.

Mengutip IDX Mobile pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,3 persen atau 19,07 poin ke level 6.384,44.

Baca Juga:

Pada awal perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 889,9 juta saham dengan nilai transaksi Rp278,6 miliar. A

dapun kapitalisasi pasar berada di level Rp11.162 triliun.

Sejumlah saham big caps dibuka menguat.

BBRI naik 0,65 persen menjadi Rp3.110, BREN menguat 0,89 persen ke Rp3.400, dan BMRI naik 0,48 persen menjadi Rp4.200.

Sementara itu, AMMN naik 1,60 persen ke Rp4.400, TLKM menguat 1,15 persen menjadi Rp2.650, dan TPIA naik 0,94 persen ke Rp2.140.

Namun, tidak semua saham berkapitalisasi besar bergerak positif.

ASII dibuka turun 0,20 persen ke Rp4.990, DSSA melemah 0,51 persen menjadi Rp980, sedangkan BBCA turun 0,39 persen ke Rp6.350.

Pada perdagangan pekan lalu, IHSG tercatat menguat dalam tiga hari perdagangan.

Sementara dua hari lainnya berakhir di zona merah. Secara keseluruhan, IHSG pada pekan lalu menguat sekitar 2,78 persen ke level 6.409.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, mengatakan pasar keuangan pada pekan 10-14 Agustus 2026 diperkirakan masih berada dalam fase menunggu dan melihat perkembangan data ekonomi global, khususnya Amerika Serikat.

"Memasuki pekan 10-14 Agustus 2026 ini, pergerakan pasar keuangan diproyeksikan akan berada dalam fase wait and see seiring tingginya intensitas rilis data ekonomi dari Amerika Serikat."

Perhatian investor pekan ini terutama tertuju pada sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, yakni Consumer Price Index (CPI), Producer Price Index (PPI), dan data penjualan ritel atau retail sales.

Data tersebut dinilai penting karena dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.

"Rangkaian data ini menjadi krusial karena akan memberikan sinyal yang lebih terang mengenai arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya, apakah tekanan inflasi sudah benar-benar mendingin untuk memberi ruang bagi pelonggaran suku bunga atau justru masih cukup tangguh untuk mempertahankan narasi suku bunga tinggi lebih lama," terang David, Selasa (11/8/2026).

Dari dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada kondisi perekonomian Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tercatat sebesar 5,2 persen secara tahunan atau year on year (YoY).

Menurut David, pertumbuhan tersebut menunjukkan ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Konsumsi rumah tangga yang tetap kuat dan inflasi yang terjaga menjadi salah satu faktor pendukung.

Selain itu, peningkatan pembentukan modal tetap bruto menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia masih cukup tinggi.

"Keberhasilan ini menjadi bukti efektivitas sinergi kebijakan moneter dan fiskal dalam menggerakkan sektor industri manufaktur, perdagangan, dan jasa, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu motor pertumbuhan paling atraktif di kawasan emerging markets," tandasnya.

Pada perdagangan pekan lalu, pembelian bersih atau inflow investor asing di pasar reguler tercatat mencapai Rp494 miliar.

Dengan kondisi tersebut, investor masih akan mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat serta sentimen domestik sebelum menentukan arah investasi di pasar saham.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca membeli atau menjual saham.

Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Setiap keputusan investasi memiliki risiko dan menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (bi/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Pangan Melonjak Hari Ini, Cabai Rawit Merah Tembus Rp120 Ribu per Kg!
Anggaran Rp18,9 Triliun Digelontorkan ke 546 Daerah, Mendagri Tito Ungkap Tujuannya
Ekonomi RI Melaju 5,29 Persen, Kepala Bakom: Kualitasnya Kian Terasa
IHSG Berakhir Merah, CUAN-BRPT Pimpin Pelemahan Saham LQ45
Buruh Demo di DPRD Sumut, Desak Outsourcing Dihapus dan Upah Dibuat Layak
63 Persen Keramba Sudah Ditertibkan, Pemkab Toba Targetkan Danau Toba Bebas Keramba
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru