BREAKING NEWS
Selasa, 06 Oktober 2026

Saat Indonesia Rayakan Kemerdekaan, 4.700 Pekerja Migas PHI Tetap Bertugas 24 Jam

gusWedha - Kamis, 20 Agustus 2026 19:56 WIB
Saat Indonesia Rayakan Kemerdekaan, 4.700 Pekerja Migas PHI Tetap Bertugas 24 Jam
Pekerja PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melakukan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI digelar di atas anjungan lepas pantai PHM di Lapangan Bekapai. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BALIKPAPAN — Ketika sebagian besar masyarakat Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ribuan pekerja migas tetap berada di tempat kerja.

Mereka memastikan produksi minyak dan gas bumi berjalan tanpa henti untuk menjaga pasokan energi nasional.

Lebih dari 4.700 pekerja PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), anak perusahaan, dan afiliasinya tetap bertugas di tengah perayaan kemerdekaan.

Baca Juga:

Mereka bekerja di fasilitas hulu migas yang tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, hingga Jakarta.

Upacara bendera juga digelar di sejumlah fasilitas operasi hulu migas PHI, baik di wilayah darat maupun lepas pantai, pada Senin lalu.

Bagi para pekerja di fasilitas produksi yang beroperasi selama 24 jam, peringatan kemerdekaan menjadi bagian dari rutinitas sekaligus pengingat atas tanggung jawab mereka menjaga aliran energi.

Direktur Utama PHI Muharram Jaya Panguriseng mengatakan semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pekerjaan yang dilakukan setiap hari.

"Bagi pekerja yang berlokasi di lapangan-lapangan migas di Kalimantan, semangat kemerdekaan diwujudkan dengan terus menjalankan tugas dalam kegiatan operasi yang berjalan 24 jam untuk memastikan energi terus mengalir bagi kebutuhan pembangunan dan kemajuan Indonesia," ujar Muharram.

Menurut Muharram, industri hulu migas menghadapi tantangan yang terus berkembang, baik dalam kegiatan operasional maupun bisnis.

Karena itu, kesinambungan produksi membutuhkan investasi dan pengelolaan operasi yang konsisten.

PHI, kata dia, terus memperkuat investasi untuk menjaga produksi migas sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia.

"Kami ingin memastikan setiap barel minyak dan setiap kaki kubik gas yang diproduksikan oleh perusahaan akan memberikan kontribusi bagi ketahanan energi Indonesia serta menghasilkan dampak berganda bagi masyarakat dan pemerintah," katanya.

Salah satu upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI digelar di atas anjungan lepas pantai PHM di Lapangan Bekapai.

Sebanyak 90 pekerja dari fungsi Production (PO), Project (PRJ), Health, Safety, Security and Environment (HSSE), serta Support Marine & Logistic (SUP) mengikuti kegiatan tersebut.

Sejumlah pekerja bahkan dipercaya menjadi petugas upacara.

Kegiatan berlangsung di fasilitas produksi yang memiliki karakteristik dan tingkat risiko berbeda dibandingkan kegiatan di darat.

Meski demikian, seluruh rangkaian upacara tetap dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan.

Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan mengatakan keterlibatan pekerja dalam peringatan kemerdekaan menunjukkan bahwa kontribusi kepada bangsa tidak selalu dilakukan melalui kegiatan seremonial.

Menurut dia, kontribusi juga dapat diwujudkan melalui pekerjaan yang dilakukan secara konsisten.

Dedikasi tersebut berjalan beriringan dengan kinerja operasional PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya.

Pada Semester I 2026, PHI mencatat produksi minyak sebesar 59,3 ribu barel per hari.

Sementara produksi gas mencapai 621 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Capaian tersebut masing-masing mencapai 116,1 persen dan 105,4 persen dari target perusahaan untuk 2026.

"Semangat para pekerja PHI tersebut sejalan dengan dedikasi dan kinerja mereka dalam mencapai target produksi migas perusahaan serta target produksi nasional," ujar Dony.

Selain produksi, PHI juga menempatkan keselamatan kerja sebagai salah satu prioritas utama.

Hingga Semester I 2026, perusahaan mencatat 73,1 juta jam kerja selamat tanpa Number of Accident (NoA).

Adapun Total Recordable Incident Rate (TRIR) tercatat sebesar 0,03.

Bagi PHI, menjaga produksi bukan hanya berkaitan dengan pencapaian target perusahaan.

Produksi minyak dan gas dari wilayah operasi Kalimantan juga berperan dalam memenuhi kebutuhan energi dan menopang aktivitas ekonomi nasional.

Dony mengatakan para pekerja memahami pentingnya menjaga operasi tetap berjalan dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi para pekerja PHI untuk kembali mengingat bahwa mengisi kemerdekaan dapat dilakukan melalui kontribusi di berbagai bidang.

Salah satunya dengan memastikan pasokan energi tetap tersedia untuk mendukung pembangunan.

"Kami percaya ketersediaan dan ketahanan energi menjadi fondasi dalam pertumbuhan dan pembangunan Indonesia. Untuk itulah, PHI dan seluruh pekerjanya tiada henti bekerja dan terus mencari peluang untuk menemukan dan mengembangkan sumber daya energi yang ada di wilayah Kalimantan di mana kami beroperasi," pungkas Dony.

PHI merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola kegiatan operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan, meliputi Zona 8, Zona 9, dan Zona 10.

Dalam menjalankan kegiatan operasinya, PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya bekerja sama dengan SKK Migas.

Operasional perusahaan juga mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Pada 2025, PHI mencatat produksi minyak sebesar 58 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas sebesar 630 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Dengan wilayah operasi yang tersebar di Kalimantan, PHI terus mengembangkan sumber daya migas dengan mengutamakan aspek keamanan, efisiensi, keandalan, kepatuhan, dan lingkungan.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi migas nasional sekaligus mewujudkan semangat #EnergiKalimantanUntukIndonesia.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bener Meriah Siapkan Rp28,28 Miliar untuk Perbaikan Infrastruktur Rusak akibat Bencana
Rico Waas Perkuat Kolaborasi dengan USU, Riset Akademik Didorong Berdampak ke Masyarakat
Wali Kota Tanjungbalai Usulkan Alur Pelayaran Pelabuhan Diperlebar di Atas 80 Meter, Ini Alasannya
Dies Natalis ke-74, USU Diminta Perkuat Riset dan Kolaborasi untuk Pembangunan Sumut
Wamenko Pangan Ungkap Masalah Kopdes Merah Putih
82 Dapur MBG Dibangun dengan Rp110,8 Miliar, Eks Waka BGN Ungkap Asal Dana: Anggaran Hamba Allah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru