BREAKING NEWS
Minggu, 23 Agustus 2026

Masyarakat Indonesia Simpan 1.800 Ton Emas Senilai Rp4.458 Triliun “Di Bawah Bantal”

Dharma - Minggu, 23 Agustus 2026 10:04 WIB
Masyarakat Indonesia Simpan 1.800 Ton Emas Senilai Rp4.458 Triliun “Di Bawah Bantal”
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan masih terdapat sekitar 1.800 ton emas yang disimpan oleh masyarakat Indonesia.

Nilai emas tersebut diperkirakan mencapai US$252 miliar atau sekitar Rp4.458 triliun.

Pemerintah melihat simpanan emas masyarakat tersebut sebagai potensi untuk memperkuat ekosistem bullion nasional.

Baca Juga:

Salah satu target yang ingin didorong adalah agar sebagian emas yang selama ini disimpan secara pribadi dapat masuk ke instrumen keuangan atau bank emas.

Airlangga menargetkan sekitar 20 persen dari total emas yang tersimpan di masyarakat dapat masuk ke ekosistem keuangan tersebut.

Namun, muncul pertanyaan apakah kebijakan itu akan bersifat wajib dan membuat masyarakat harus menyerahkan emas yang dimilikinya kepada lembaga keuangan.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan pemerintah tidak akan mengambil alih kepemilikan emas masyarakat.

"Pemerintah tidak bermaksud mengambil alih atau mengalihkan kepemilikan emas masyarakat. Kepemilikan dan keputusan masyarakat untuk menyimpan, memperdagangkan, atau memanfaatkan emas tetap menjadi hak masyarakat sepenuhnya," demikian pernyataan Kemenko Perekonomian, Minggu (23/8/2026).

Airlangga sebelumnya menyampaikan potensi emas yang disimpan masyarakat tersebut saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di Monas Grand Ballroom BSI Tower, Jakarta.

Menurut Airlangga, sebagian emas masyarakat dapat dialihkan dari simpanan pribadi ke berbagai instrumen keuangan.

Tujuannya bukan untuk mengambil kepemilikan emas masyarakat, melainkan mendorong agar aset tersebut memiliki nilai ekonomi yang lebih besar dalam sistem keuangan.

Airlangga bahkan meminta Bank Syariah Indonesia (BSI) dan PT Pegadaian untuk mengajak masyarakat memanfaatkan layanan lembaga jasa keuangan tersebut.

"Jadi, bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI, yang US$252 miliar ini, mungkin 20%-nya saja pindah dari disimpan di bawah bantal, disimpan ke instrumen keuangan ataupun instrumen perbankan di syariah maupun Pegadaian," papar Airlangga.

Target tersebut berarti pemerintah tidak menargetkan seluruh emas masyarakat masuk ke lembaga keuangan.

Pemerintah mendorong sebagian dari potensi tersebut agar dapat masuk ke ekosistem bullion nasional.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah memiliki peran dalam membangun ekosistem dan menyediakan pilihan instrumen yang dapat memberikan nilai tambah bagi aset masyarakat.

Menurut dia, penguatan ekosistem bullion dilakukan dari hulu hingga hilir.

Proses tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, lembaga keuangan hingga industri terkait.

Pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) menjadi salah satu langkah yang ditempuh pemerintah untuk memperkuat integrasi ekosistem tersebut.

Dengan penguatan ekosistem bullion, emas yang selama ini hanya disimpan masyarakat di rumah diharapkan dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi dan sistem keuangan nasional.

Meski demikian, keputusan mengenai emas tetap berada di tangan pemiliknya.

Masyarakat tetap memiliki hak untuk menentukan apakah emas akan disimpan sendiri, diperdagangkan, atau dimanfaatkan melalui instrumen keuangan yang tersedia.* (bb/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Desa Adat Sade Lombok Terbakar, Sekitar 250 Rumah Ludes Dilalap Api
Dari Tukang Becak hingga Buruh Bangkalan Siap Gelar Aksi Damai di Jakarta: Anak-anak Kami Butuh MBG
BPS Tegaskan Desil DTSEN Bukan Patokan Mutlak Kaya atau Miskin, Ini Penjelasannya
Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa, Kerugian Negara Rp14,32 Miliar
Ratusan Warga Bojonegoro Berdoa untuk Prabowo dan Keutuhan NKRI, Harap Program Pemerintah Bermanfaat bagi Masyarakat
885 Ribu Liter BBM Subsidi di Aceh Diduga Disalahgunakan Setiap Hari, Kerugian Negara Capai Rp1 Triliun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru