Kematian Sutrimo Dinilai Tak Wajar, Polda Metro Tunggu Hasil Lab Pekan Ini
JAKARTA Polda Metro Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab pasti kematian Sutrimo. Hingga
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA — Pemerintah menyiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) secara bertahap.
Proyek tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada 2029.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembangunan PLTS 100 GWp akan dibagi dalam beberapa tahap.Baca Juga:
Pemerintah menargetkan pembangunan dilakukan secara bertahap dan terukur.
Menurut Prasetyo, tahap pertama memiliki kapasitas 17 GWp. Pembangunan tahap ini dicanangkan sejak tahun lalu hingga tahun ini.
Tahap berikutnya ditargetkan mencapai 18 GWp dan akan dikerjakan mulai 2026 hingga 2027.
Adapun tahap selanjutnya ditargetkan mencapai 35 GWp dan direncanakan berlangsung pada 2027 hingga 2028.
Setelah tiga tahap tersebut, masih terdapat sekitar 30 GWp kapasitas PLTS yang akan dibangun.
Pemerintah nantinya akan menetapkan kembali tahapan pembangunan untuk kapasitas tersebut.
"Program ini akan dibangun bertahap: Tahap I 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 [35] GWp," kata Prasetyo melalui keterangan tertulis, Selasa, 25 Agustus 2026.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan sekaligus meresmikan groundbreaking program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar pembangunan PLTS 100 GWp dipercepat dan ditargetkan selesai pada 2029.
Selain pembangunan pembangkit energi surya, pemerintah juga menyiapkan langkah penghentian pembangkit listrik tenaga diesel atau PLTD.
Prabowo, kata Prasetyo, memerintahkan agar PLTD dengan kapasitas 13 GWp segera dihentikan operasionalnya.
"Pemerintah memastikan pembangunan PLTS 100 GWp akan terus dikawal secara bertahap dan terukur, sejalan dengan komitmen mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan kompetitif di bidang energi," kata dia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya mengatakan pemerintah akan segera mengumumkan tender pembangunan PLTS dengan kapasitas total 100 GW.
Untuk tahap pertama, tender akan dibuka bagi proyek PLTS dengan kapasitas total 30 GW.
Namun, Bahlil belum menjelaskan secara rinci waktu pengumuman dan mekanisme lelang tersebut.
"Tahun ini, kita akan sudah mulai pada 2026, kita akan mulai masuk tahap pertama dengan pembangunan 30 gigawatt," kata Bahlil dalam Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta Selatan, Rabu, 19 Agustus 2026.
Bahlil juga menyebut Bali sebagai salah satu lokasi yang dipertimbangkan untuk pengerjaan master plan tahap pertama PLTS 100 GW.
"Kita buat master plan dengan perencanaan. Mungkin kita akan buat di Bali. Saya lagi usahakan meminta jadwal Bapak Presiden untuk peresmian tahap pertama PLTS 100 gigawatt ini," ujar Bahlil saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Pembangunan PLTS tersebut juga akan didukung sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau battery energy storage systems (BESS).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah menyiapkan BESS dengan kapasitas 33 GW.
Sistem tersebut akan dibangun seiring dengan pembangunan PLTS tahap pertama berkapasitas 17 GW.
"Kebutuhan yang ini kan kita percepatan yang pertama 17 GW terlebih dahulu, dan juga ada battery energy storage atau BESS yang kita bangun sekitar 33 GW," ungkap Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM pada akhir Mei 2026.
Menurut Yuliot, pemerintah juga sedang menyelesaikan rancangan peraturan presiden yang akan menjadi salah satu dasar untuk mempercepat pembangunan PLTS 100 GW.
"Jadi itu yang kita lakukan untuk perancangan peraturan presidennya, ini kita lakukan juga di samping izin prakarsa. Paralel kita juga lagi melakukan pembahasan antarkementerian/lembaga," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary mengatakan pembangunan PLTS tahap pertama berkapasitas 17 GW ditargetkan selesai secepat mungkin.
PLN menargetkan tahap pertama tersebut dapat rampung pada 2028, meski terbuka kemungkinan penyelesaian dilakukan lebih cepat.
"[Target] 2028, tetapi kalau bisa secepatnya," ujar Rizal saat ditemui dalam agenda Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Rizal juga mengatakan listrik yang dihasilkan dari proyek PLTS 100 GW tersebut akan diserap PLN.
"Harganya kemarin US$6/kWh, dan mereka [produsen PLTS] sudah oke," katanya.* (bb/ad)
JAKARTA Polda Metro Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab pasti kematian Sutrimo. Hingga
HUKUM DAN KRIMINAL
SAMOSIR Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara mencatat satu kejadian kebakaran hutan dan lahan atau karhut
PERISTIWA
MEDAN Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial FCB, 22 tahun, karena
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan sekaligus melakukan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PL
EKONOMI
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan lahan hingga 500 hektare untuk pengembangan kopi arabika di Kabupaten Puncak, P
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan sebanyak 21.400 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) telah
EKONOMI
SURABAYA Pengemudi Mitsubishi Outlander yang terlibat dua kecelakaan hingga menewaskan seorang pekerja di Surabaya mengaku tidak sadar s
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan surat edaran yang berisi rekomendasi perbaikan proses penerimaan mahasiswa baru jal
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah menyiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) secara be
EKONOMI
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai menerima bantuan 292 unit alat tangkap ikan jenis jaring insang dari Pemerintah Provinsi Sumat
PEMERINTAHAN