BREAKING NEWS
Jumat, 28 Agustus 2026

2,4 Juta Lapangan Kerja Dijanjikan Tercipta, Purbaya Akui Belum Cukup Atasi 7,2 Juta Pengangguran

Dharma - Jumat, 28 Agustus 2026 18:57 WIB
2,4 Juta Lapangan Kerja Dijanjikan Tercipta, Purbaya Akui Belum Cukup Atasi 7,2 Juta Pengangguran
ilustrasi. (Foto: Kominfotik Jakarta Utara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% pada 2027 dapat menciptakan sekitar 2,4 juta lapangan kerja baru. Perkiraan itu mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan setiap kenaikan 1% pertumbuhan ekonomi berpotensi menghasilkan sekitar 400 ribu lapangan kerja.

"Kalau pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen, maka 6 dikali 400.000, artinya akan ada 2,4 juta lapangan kerja baru yang tercipta. Ini adalah lapangan kerja baru dari pertumbuhan tersebut," kata Purbaya di kantornya, Jumat (28/8/2026).

Purbaya mengatakan tambahan 2,4 juta lapangan kerja tersebut belum sepenuhnya mampu menyerap seluruh penduduk usia produktif maupun mengurangi angka pengangguran secara keseluruhan.

Baca Juga:

Menurut perhitungannya, pertumbuhan ekonomi ideal untuk mendorong penyerapan tenaga kerja secara lebih maksimal berada di kisaran 6,5% hingga 6,7%. Pemerintah masih menghadapi jumlah pengangguran sekitar 7,22 juta orang berdasarkan data Mei 2026.

"Itu sebabnya kita ingin ekonominya pelan-pelan tumbuh makin cepat. Kita baru menuju 6 persen di semester kedua ini, tahun depan kita jaga di 6 persen, dan tahun depannya lagi (2027) kita desain akan lebih cepat lagi," ujarnya.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tidak hanya untuk memperbesar aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru dan memperluas manfaat pertumbuhan kepada masyarakat.

Untuk mendukung target tersebut, Purbaya memastikan pemerintah tidak berencana menaikkan tarif pajak pada 2027. Fokus pemerintah akan diarahkan pada perluasan basis penerimaan serta peningkatan kepatuhan wajib pajak.

Selain itu, Kementerian Keuangan akan mendorong efisiensi di sektor Bea Cukai untuk menekan kebocoran penerimaan negara.

Purbaya optimistis optimalisasi penerimaan negara dan efisiensi anggaran dapat membantu menciptakan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

"Kuncinya adalah efisiensi pajak dan bea cukai. Kita akan hindari kebocoran-kebocoran yang signifikan sehingga perusahaan nasional bisa lebih kompetitif dan ekonomi terus bergerak maju," kata Purbaya.

Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi harus diikuti dengan peningkatan aktivitas dunia usaha. Dengan semakin banyak kegiatan bisnis, kebutuhan tenaga kerja juga diharapkan meningkat.

Pemerintah kini menyiapkan strategi agar pertumbuhan ekonomi dapat bergerak menuju 6% dan selanjutnya lebih tinggi. Peningkatan tersebut diharapkan berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja sekaligus memperbaiki pemerataan manfaat ekonomi.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Ayam Tembus Rp50 Ribu di Medan, TPID Sumut Kejar Penyebabnya dari Peternak sampai Pasar
Kabar Baik! Inflasi Medan Juli 2026 Hanya 0,05 Persen, Terendah di Sumut
BPS Tegaskan Desil DTSEN Bukan Patokan Mutlak Kaya atau Miskin, Ini Penjelasannya
Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa, Kerugian Negara Rp14,32 Miliar
Pemerintah Kaji Ulang DTSEN, Desil 10 Ternyata Banyak Diisi Masyarakat Kelas Menengah
Desil 3 Belum Tentu Sama, BPS Tegaskan Angka Ini Bukan Ukuran Mutlak Kaya atau Miskin
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru