BREAKING NEWS
Minggu, 06 September 2026

BUMN Dibabat, Prabowo Targetkan 700 Perusahaan Lagi Ditutup hingga Akhir 2026

Abyadi Siregar - Sabtu, 05 September 2026 17:12 WIB
BUMN Dibabat, Prabowo Targetkan 700 Perusahaan Lagi Ditutup hingga Akhir 2026
BUMN. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara.

Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat (4/9/2026).

Dalam pertemuan itu, Prabowo menerima laporan mengenai perkembangan pelaksanaan instruksinya terkait penataan dan perampingan badan usaha milik negara (BUMN).

Baca Juga:

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, hingga saat ini sebanyak 290 BUMN telah ditutup.

Langkah tersebut disebut telah menghasilkan penghematan anggaran negara hingga Rp50 triliun.

"Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional," kata Teddy dalam keterangan resmi, Sabtu (5/9/2026).

Proses konsolidasi dan penataan BUMN tersebut akan terus dilanjutkan.

Pemerintah menargetkan sedikitnya 700 BUMN lainnya ditutup hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari upaya menyederhanakan struktur perusahaan negara.

Melalui restrukturisasi tersebut, pemerintah memproyeksikan efisiensi anggaran dapat mencapai Rp100 triliun.

Penataan BUMN diarahkan untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih sederhana dan efisien.

Pemerintah juga menargetkan perusahaan negara memiliki kondisi yang lebih sehat dan dikelola secara profesional.

Presiden Prabowo meminta proses tersebut dilakukan secara terukur dan menyeluruh agar keberadaan BUMN dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap perekonomian nasional.

Selain penataan BUMN, pertemuan tersebut juga membahas rencana percepatan hilirisasi.

Pertemuan itu turut dihadiri Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Menurut Teddy, percepatan hilirisasi menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

"Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia," ujarnya.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi Indonesia.

Pertemuan Prabowo dengan jajaran Danantara dan sejumlah menteri itu menjadi bagian dari upaya pemerintah melakukan penataan perusahaan negara sekaligus mempercepat agenda hilirisasi.* (ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Zulhas Tegaskan Tak Ada Toleransi SPPG Lalai, Pengiriman MBG Terlambat Bisa Picu Keracunan
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepakatan Bersama, Sumut Jadi Penggerak Sinergi Pembangunan
Harga Avtur Naik, Kemenhub Naikkan Batas Fuel Surcharge Tiket Pesawat Jadi 40 Persen
Rp103 Miliar Disebut Buat Podcast, Menkop Ferry: Tidak Tepat! Ini Penjelasannya
Harlah Kejaksaan RI ke-81, Wali Kota Mahyaruddin Dorong Sinergi dan Penegakan Hukum Berkeadilan
Tak Mau Aset Pemko Menganggur, Wali Kota Tanjungbalai Sulap Gedung Terbengkalai Jadi Kantor: Dukung Pelayanan Publik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru