BREAKING NEWS
Senin, 07 September 2026

AHY Akui Ekonomi Rakyat Masih Tertekan: Harga Kebutuhan Naik, Kerja Layak Sulit

Nurul - Sabtu, 05 September 2026 22:20 WIB
AHY Akui Ekonomi Rakyat Masih Tertekan: Harga Kebutuhan Naik, Kerja Layak Sulit
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. (foto: DPP Partai Demokrat/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengakui masih banyak masyarakat yang menghadapi tekanan ekonomi di tengah pemerintahan saat ini.

AHY mengatakan harga kebutuhan sehari-hari masih menjadi beban bagi sebagian keluarga. Di sisi lain, mendapatkan pekerjaan yang layak juga belum selalu mudah.

"Harus kita akui dengan jujur, masih banyak keluarga yang bekerja keras tetapi merasa hidup belum semakin mudah. Harga kebutuhan sehari-hari masih menekan. Mendapatkan pekerjaan yang layak tidak selalu mudah," ujar AHY saat berpidato dalam peringatan HUT ke-25 Demokrat, Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga:

Menurut AHY, banyak keluarga harus bekerja lebih keras agar pendapatan mereka dapat mengejar biaya hidup yang terus bertambah.

Ia mengatakan persoalan tersebut didengarnya secara langsung dari berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pekerja informal hingga generasi muda.

"Itulah yang saya dengarkan langsung dari para pelaku UMKM, pekerja informal termasuk pengemudi ojol, ibu-ibu rumah tangga, generasi muda, dan kelompok masyarakat lainnya," ujar AHY.

AHY menyebut persoalan ekonomi masih menjadi salah satu perhatian utama masyarakat.

Ia merujuk pada berbagai survei nasional yang menunjukkan sejumlah persoalan masih menjadi perhatian publik.

"Survei-survei nasional juga menunjukkan bahwa harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, lapangan pekerjaan, dan kemiskinan masih menjadi perhatian utama rakyat," kata dia.

AHY menilai tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat merupakan persoalan nyata.

Menurut dia, ketersediaan pekerjaan berkualitas masih belum mencukupi, sementara sebagian keluarga menghadapi tekanan daya beli.

"Tekanan itu nyata. Lapangan pekerjaan yang berkualitas belum cukup, daya beli banyak keluarga masih tertekan, kelas menengah menghadapi biaya hidup yang semakin berat," jelas AHY.

Selain persoalan lapangan pekerjaan dan daya beli, AHY menyoroti kondisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Menurut dia, banyak pelaku UMKM masih berusaha memperluas pasar dan meningkatkan skala usaha.

Kesempatan ekonomi dan kualitas pelayanan dasar juga dinilai belum merata di berbagai daerah.

AHY meminta persoalan ekonomi masyarakat tidak diabaikan.

Menurut dia, pemerintah dan para pemangku kepentingan perlu mendengarkan kondisi yang dihadapi masyarakat serta mencari jalan keluar.

"Kita tidak boleh mengabaikannya. Jangan menjauh dari kenyataan. Dengarkan, pahami, dan perjuangkan jalan keluarnya. Sebab di balik setiap angka ekonomi, ada kehidupan manusia," kata AHY.* (km/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jadi Bagian Pemerintah Prabowo, AHY Minta Kader Demokrat Tetap Jujur Lihat Kondisi Rakyat: Jangan Menjauh dari Kenyataan
Pupuk Indonesia Jajaki Bangun Pabrik Urea di Rusia Berkapasitas 3,5 Juta Ton per Tahun
Polemik APBD Tapteng Memanas, PDIP Bela Bupati Masinton dan Minta 5 Partai Kaji Wacana Pemakzulan
Penyerapan APBD Tapteng Baru 30 Persen, 5 Parpol Ultimatum Bupati Masinton: Berbenah atau Pemakzulan!
Lantik Pengurus ICMI Muda Sumut, Wagub Surya: Jangan Cuma Seremonial, Tunjukkan Karya Nyata
Jokowi dan Politik Perhatian
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru